Minggu, Maret 11, 2012

BLUNDER!! DEMO JIL INDONESIA TANPA FPI BERBUAH KESADARAN INDONESIA TANPA JIL

PENDAHULUAN

Demo yang digelar masyarakat Sipil dengan sponsor tunggal JIL (Jaringan Islam Liberal) menyuarakan untuk pembubaran FPI (Front Pembela Islam). Demo yang digelar dengan mengambil momen hari kasih sayang kaum kafir yaitu 14 Pebruari tersebut menuntut agar pemerintah membubarkan FPI karena merupakan ormas yang sering melakukan kekerasan. Demo bertajuk #Indonesia Tanpa FPI# ini terispirasi dari Tragedi penolakan FPI di Kalimantan Tengah oleh oknum Dayak. Penolakan FPI tersebut disebut-sebut karena tidak sesuai dengan kearifan lokal suku Dayak yang anti kekerasan. Sebelum dan sesudah demo ini digelar, FPI seperti dihakimi dan dihabisi oleh media massa sekuler. Namun, tak sedikit masyarakat menilai insiden penolakn FPI di Kalimantan tengah tersebut justru adalah penganiayaan terhadap kaum Muslim yang nampaknya dilegalkan beberapa pucuk pimpinan daerah di sana yang ternyata dikuasai kaum kafir. Presiden SBY pun seperti seiya sekata dengan curahan hati kaum liberal dan kafir tersebut. Ini malah menyebabkan berbagai pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama masyarakat yang tsaqofah Islamnya minim bahkan telah sangat terkontaminasi virus-virus sekulerisme dan pluralisme, dua ikon andalan kaum liberal. Kebingungan antara tak paham apa dan bagaimana ber-amar ma’ruf nahi mungkar atau makar terhadap Islam. Terlebih lagi masyarakat hanya mendapat suguhan fakta-fakta miring dan negative mengenai sepak terjang FPI. Kekerasan adalah selalu kriminal meskipun untuk memberantas makar terhadap hukum-hukum Allah. Kebenaran adalah berlemah lembut dan toleransi terhadap apapun yang dilindungi hukum meskipun itu perbuatan dzalim.

Luapan umat terhadap kerinduaan terhadap penerapan syariah Islam disertai kesadaran mereka terhadap gerakan dekstruktif JIL terhadap Islam memuncak dengan berbagai dukungan terhadap FPI. Gerakan #Indonesia Tanpa FPI# menjadi boomerang yang akhirnya menjadi arus dukungan #Indonesia Tanpa JIL#. Meski informasi yang ditampilkan di berbagai media massa sangat tak berimbang, dunia maya menjadi media independent kalangan netter untuk berjihad menegakkan kebenaran Islam. Mobilisasi umat untuk mendukung Indonesia Tanpa JIL membuahkan berbagai geliat umat menyuarakan pembubaran JIL. Tanggal 9 Maret 2012 dicanangkan sebagai hari apel siaga #Indonesia Tanpa JIL#. Sungguh kado manis bagi JIL yang merayakan ulang tahunnya pada tanggal 8 Maret.

FAKTA-FAKTA

Untuk bisa menemukan benang merah apa yang sebenar terjadi antara dua kubu tersebut maka perlu kita mengkaji beberapa fakta yang terjadi. Melalui pendalaman fakta jugalah kita dapat membaca skenario dibalik tabir para makar Islam yang Naudzubillah malah didukung oleh penguasa yang seharusnya melindungi umat, fakta tersebut dapat dilihat dari rentetan peristiwa yang justru oleh media malah ditampilkan sepotong demi sepotong sehingga menghasilkan alibi yang salah. Oleh karena itu umat harus cerdas menyusun puzzle fakta-fakta tersebut untuk dapat menyimpulkannya.

Fakta-fakta tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sabtu, 11 Pebruari 20 12

Rombongan pimpinan FPI pusat, yaitu Ketua Bidang Dakwah Muhsin Ahmad Alattas, Sekjen K.H. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen K.H. Awit Masyhuri, dan Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi berangkat ke Palangkaraya. Setiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya mereka dikepung sekelompok masyarakat yang membawa senjata tajam. kelompok ini mengancam akan membakar pesawat dan membunuh para pimpinan FPI pusat tersebut. Sore harinya delegasi DPP FPI melalui kota Banjarmasin tiba di Kuala Kapuas dan diterima di rumah Bupati Kapuas Ir. H. Muhammad Mawardi, MM. Namun Malam itu juga ratusan warga Dayak kafir Palangkaraya mengepung rumah Bupati Kapuas dengan membawa senjata tajam dan tercium bau minuman keras (miras) sambil berteriak menantang perang.

2. Minggu, 12 Pebruari 2012 pukul 19.53

Berita yang dilansir dari www.Tempo.co, Rencana FPI di Provinsi Kalimantan Tengah ditolak sejumlah organisasi massa dan warga suku Dayak. Mereka menilai FPI adalah organisasi massa yang identik dengan kekerasan sehingga tidak sesuai dengan budaya suku Dayak, yaitu Huma Betang, yang mempunyai makna kebersamaan dalam keragaman. Ketua Gerakan Pemuda Dayak Kalteng Yansen Binti mengatakan filosofi Huma Betang (rumah Betang) di Kalteng menjunjung tinggi perdamaian dan anti-kekerasan serta hidup toleransi yang tinggi antar-umat beragama sementara FPI kerap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya. Informasi terpercaya yang diterima FPI, Yansen Binti adalah kepala gembong narkoba terbesar di Kalimantan Tengah.

3. Senin, 13 Pebruari 2012

Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab resmi melaporkan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Zacky ke Bareskrim Polri dengan tuntutan berlapis. Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang, adalah kader PDI Perjuangan, beragama Kristen, dan sangat fanatik. Telah membangun gereja terbesar di Kalimantan.

4. Selasa, 14 Pebruari 2012.

· Juru bicara Kemendagri, Reydonnyzar Moenek, saat dihubungi Tempo, menyatakan bahwa Gubernur Kalteng telah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

· SBY menyatakan melalui media Tempo bahwa, Indonesia telah memiliki UU Organisasi Kemasyarakatan Nomor 8 Tahun 1985, namun organisasi itu pun harus melihat keberadaannya di satu daerah. Jika kehadiran organisasi massa tidak membuat nyaman warga daerah itu, menurut SBY, seharusnya organisasi itu introspeksi.

· JIL gelar demo “Indonesia Tanpa FPI” di Bundaran HI, jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Demo ini terinspirasi dari ratusan warga Dayak Kalimantan Tengah yang menolak kedatangan rombongan FPI saat tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya. Umumnya peserta demo ini adalah banci kaleng rombeng, homo bin sapiens, lesbi, dan para begajulan. Pesertanya dijaring dari hashtag #IndonesiaTanpaFPI di jejaring sosial twitter, dan mengkampanyekan pembubaran ormas FPI.

5. 17 Pebruari 2012

· Sebuah Facebook Fans Page yang bernama “Belajar Islam” membuat polling dengan pertanyaan: Pilih mana, “Indonesia Tanpa Jaringan Islam Liberal (JIL)” atau “Indonesia Tanpa Front Pembela Islam (FPI)”? Sebanyak 234 Facebookers memilih “Indonesia tanpa JIL” dan hanya 17 Facebookers yang memilih “Indonesia tanpa FPI”. Dengan kata lain sebanyak 93% Facebookers tidak menginginkan keberadaan JIL, dan hanya 7% Facebookers yang tidak menginginkan keberadaan FPI.

· Seusai melakukan pertemuan dengan Front Pembela Islam (FPI), Wakil Ketua DPD La Ode Ida menyampaikan dukungannya kepada organisasi kemasyarakatan tersebut. La Ode pun mengecam wacana pembubaran terhadap FPI yang kerap dicap sebagai ormas anarkis.

6. 18 Pebruari 2012

Laman #IndonesiaTanpaJIL tampil di jejaring sosial Facebook. Laman ini dibuat oleh KBBI (Komunitas Bigot Bigot Indonesia).

7. 20 Pebruari 2012

Video berjudul “Fauzi Baadila for #IndonesiaTanpaJIL ! berdurasi 32 detik diunggah dalam sebuah Fans Page Facebook dengan nama #IndonesiaTanpaJIL . Video diawali dengan kemunculan Fauzi Baadila yang mengucapkan “Indonesia Tanpa JIL” seraya mengacungkan jari telunjuknya.

8. 25 Pebruari 2012

Setelah Video Fauzi Baadila, berikutnya seorang mualaf Felix Siauw secara khusus mentwit 74 point. Dimulai dengan 01. mengapa ramai hastag #IndonesiaTanpaJIL? semua itu wajar mengingat mudharat besar yg dihasilkan kelompok ‘kaki-tangan’ barat ini dan diakhiri 74. oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL perlu digemakan, dan kita lanjutkan dengan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah”. Dan “kicauan” sang pemerhati sejarah Islam ini di Twitter telah banyak menjadi rujukan dalam meyakinkan penikmat Twitter untuk ikut serta dalam gerakan. “Kicauan”nya sudah di retweet lebih dari seratus kali.

9. 29 Pebruari 2012

· Laman #IndonesiaTanpaJIL di jejaring Facebook kini telah digemari sekitar 18.378 dan ada 5,593 pembicaraan tentang hal ini (9/3 7:45 pm) dan akan terus bertambah.

· 16 anggota pendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL#, sebuah milis di dunai maya yang mengkampanyekan anti JIL, bertandang ke Kantor Front Pembela Islam (FPI) guna bersilaturrahmi dan ber-tabayyun tentang kasus penghadangan warga Dayak Palangkaraya terhadap FPI. Kehadiran pendukung #IndonesiaTanpaJIL diterima Langsung oleh Sekjend FPI Ust. Shobri Lubis, H. Munarman SH dan pengurus DPP FPI lain. Fakta yang diperoleh dari diskusi tabbayun tersebut adalah :

a) Tahun 2006 FPI sudah lebih dulu berdiri di Kalimantan Tengah Kabupaten Kuala Kapuas

b) Tahun 2010 FPI berdiri di Kabupaten Sampit

c) Bulan Januari 2012 FPI telah menerima delegasi utusan masyarakat Dayak Seruyan untuk meminta bantuan perihal permasalahan konflik agrarian yang terjadi di sekitar Palangkaraya.

d) Konflik tersebut adalah tanah tanah masyarakat yang memiliki surat surat kepemilikan yang legal dan sah dirampas oleh perusahaan perusahaan yang ada dan anehnya perampasan tanah tersebut didukung oleh penguasa setempat. Bahkan mereka dinilai menggerakkan para preman dan dimotori oleh seorang kriminal.

e) Jumlah dayak muslim di Palangkara adalah 75% dari total penduduk. Namun kalangan Dayak Muslim mengeluh pada FPI bahwa telah terjadi usaha-usaha pemurtadan di wilayah itu.

10. 2 Maret 2012

Demo besar-besaran menuntut pembubaran Jaringan Islam Liberal (JIL) di Medan, Sumatera Utara. aksi bertajuk ini “Hancurkan Kezaliman dengan Ketegasan dan Perlawanan Nyata”.

11. 3 Maret 2012

Aliansi Masyarakat Peduli Umat Tasikmalaya (AMPUTASI) melakukan akso demo menuntut pembubaran JIL dengan mengusung tema “Indonesia Tanpa JIL: Menentang Liberalisme-Pluralisme.

12. 4 Maret 2012

Di kawasan Bekasi, Jawa Barat digelar aksi menggemparkan Perlawanan terhadap Liberalisme dan Kapitalisme bertema “We Want Syari’ah: Indonesia Damai Tanpa Liberal.” Aksi yang dimotori Serikat Pemersatu Barisan Umat (SPBU)

13. 6 Maret 2012

Setelah artis Fauzi Baadilah melakukan penolakan terhadap Jaringan Islam Liberal (JIL) di jejaring media sosial Youtube. Kali ini Mantan Rocker sekaligus artis era 80’an H. Hary Moekti, memberikan dukungan terhadap Gerakan #IndonesiaTanpaJIL di Youtube.

14. 9 Maret 2012

Forum Umat Islam (FUI) menggelar aksi Apel Siaga Umat bertajuk: ”INDONESIA TANPA LIBERAL” di bundaran HI dihadiri Fauzi Baadilah. "Gerakan ini untuk mengedukasi pemikiran nyeleneh JIL"

ANALISIS

  1. Sesungguhnya banyak organisasi di Indonesia banyak melakukan tindakan anarkisme. Bukan hanya FPI tapi juga sejumlah Ormas bahkan juga Parpol yang kalau kalah Pilkada pasti menggunakan tindakan anarkis. Kalau betul FPI sering melakukan anarkisme itupun juga mereka sudah diproses secara hukum. Ditangkap pelakunya, diadili bahkan dimasukkan dalam penjara.
  2. FPI datang untuk membuka cabang dan untuk menghadiri Perayaan Maulid Nabi artinya kegiatan itu adalah kegiatan dakwah. Jadi, bagaimana mungkin orang yang hendak berdakwah ditindak seperti itu melalui kekerasan dan semena-mena.
  3. Jika yang dipersoalkan adalah anarkisme FPI, apa bedanya dengan yang mereka lakukan itu, mereka berdemo di bandara dan itu kan dilarang oleh undang-undang apalagi sampai masuk ke aprom mengacungkan senjata tajam dan mengancam ingin membunuh, itu sendiri sudah merupakan anarkisme. Dan setelah delegasi FPI diterbangkan di Banjarmasin, mereka kemudian bergerak dan membakar panggung yang bakal dipakai acara Maulid lalu merusak toko-toko yang mereka sangka milik pendukung acara Maulid itu.
  4. Jika pemerintah selalu menunjuk hidung persoalan anarkisme pada FPI, tapi tidak pada yang lain, dalam hal ini orang-orang yang menolak kedatangan delegasi FPI, maka pemerintah diskriminatif, karena tindakan penyerangan ke obyek Vital seperti Bandara dengan membawa senjata, jelas bukan hanya tindakan pidana biasa tapi sudah menjadi tindakan yang mengancam keamanan nasional.
  5. Mari kita renungkan bersama salah satu dari firman Allah Azza Wa Jalla yang memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٠٤﴾

"Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali-Imran [3] : 104)

  1. FPI telah melaksanakan pekerjaan mulia yakni nahi munkar sesuai hadist Rasullah

“Apabila salah seorang diantara kamu melihat kemungkaran, maka hendaknya ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lisannya, dan apabila masih tidak mampu, maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Dalam syarah imam Nawawi dijelaskan, bahwa yang disebut dengan kemungkaran adalah segala sesuatu yang dilarang oleh syari’at, yang hukumnya haram.kemungkaran yang harus diubah adalah kemungkaran yang terlihat oleh mata. Menurut ustadz Abubakar ba’asyir "Apa yang dilakukan oleh FPI itu sudah benar, yakni nahyul munkar, ini sudah sesuai dengan syariat. Karena itu orang-orang kafir dan antek-anteknya seperti JIL dan lain-lainnya itu memang tidak suka dan benci. Karenanya mereka berbagai macam cara terus menghalang-halangi FPI.

  1. Ulil Absar Abdalla dedengkot JIL yang merupakan salah satu Ketua DPP Partai Demokrat melempar bola panas dengan menjadikan FPI sebagai isu yang bisa dimanfaatkan. Targetnya, rakyat Indonesia sejenak melupakan pemberitaan kasus korupsi, lalu kembali menjadikan FPI sebagai kambing hitam.

KESIMPULAN

1. Demo “Indonesia Tanpa FPI” yang dipelopori JIL pada tanggal 14 Pebruari 2012 menjadi bumerang sendiri bagi JIL. Karena masyarakat Indonesia yang sebetulnya sudah sangat merindukan penerapan syariah di Indonesia dapat secara obyektif menilai bagaimana sepak terjang FPI dan bagaimana kiprah JIL yang sesat.

2. Di media massa, FPI habis diserang secara membabi buta oleh kaum fasik para penghujat Islam. Tapi FPI akan tetap menahan diri. FPI tidak terjebak oleh opini-opini mereka yang tidak suka. Mereka mengira, dengan dihujatnya FPI dengan kekuatan pers sekuler, akan membuat FPI terpancing untuk berbuat tindakan anarkis. Ternyata, kaum fasik Jaringan Iblis Laknatullah (JIL) itu gagal dan tidak sukses.

3. Pada dasarnya masyarakat telah melihat hakikat yang dilakukan FPI, maka kebenaran yang diusung tidak terbantahkan. Siapa pun pasti setuju bahwa minuman keras, prostitusi, perjudian dan sejenisnya adalah tindak kejahatan yang harus diberantas. Tidak perlu ditanya betapa banyak bukti kehancuran akibat perbuatan-perbuatan tersebut.

4. Betul ketika Hudzaifah meriwayatkan hadits Nabi bahwa akan ada “da’i-da’i yang menyeru pada neraka jahanam, yang ikut mereka akan masuk neraka”. Nabi jelaskan bahwa da’i penyeru neraka ini “dari kaum yg kulitnya sama seperti kamu, dan berbicara dengan bahasa kami”. Begitulah JIL, berkulit Islam dan berbahasa Al-Qur’an, namun yang diserukannya adalah menuju pintu neraka jahannam.. innalillahi..

5. Konsisten sekuler, web mereka jelaskan dasar JIL poin f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik. Singkat cerita, sama seperti pendahulu-pendahulunya, sepertinya majikannya juga masih sama, JIL ingin menggagalkan penerapan syariat Islam.

6. Karena itulah kaum liberal dan JIL paling sewot bila ada kelompok yang menginginkan formalisasi syariat dalam negara dalam bentuk Khilafah. Bila generasi liberal lalu memakzulkan Khilafah, maka peliharaan Barat generasi baru ini menghalang-halangi kembalinya Khilafah Islam.

7. Subhanallah, terkadang Allah menguji kaum Muslim dengan musuh bersama, yang kita bersatu karenanya, menyadari pentingnya ukhuwah Islam. Oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL perlu digemakan, dan kita lanjutkan dengan Indonesia Dengan Syariah dan Khilafah”.

Selasa, Februari 28, 2012

IT oh IT

Sekitar semingguan yang lalu karib saya iseng memblokir facebook pada jaringan wifi sekolah. Saya hanya bisa senyum-senyum.

Bagi saya tidak ada masalah dengan facebooknya, tetapi pada paradigma dan pendewasaan itulah sebenarnya yang lebih penting. Membangun pendewasaan dan sikap mental berorganisasi, bermasyarakat dan patuh pada sistem aturan yang telah disepakati itulah yang tidak mudah.

Sekali lagi, hal itu tidak mudah. Karena sikap mental ini penting meskipun tidak mudah maka mesti kita perjuangkan.

Kalau berjuang membangun sistem komputer, semisal SIMS (Sistem Informasi Manajemen Sekolah), adalah pekerjaan yang rumit dan membutuhkan waktu dan kompetensi yang memadai, maka membangun budaya masyarakat sekolah yang melek IT yang dewasa adalah jauh lebih rumit dan butuh waktu yang relatif lebih lama.

Saat ini tidak sedikit sekolah yang mampu membeli program jadi semisal SIMS, tetapi karena tidak dibarengi dengan proses membangun kesadaran masyarakatnya, maka yang terjadi program tersebut mangkrak.

Agar 'tragedi' semacam program mangkrak tidak terjadi, dibutuhkan kesadaran dan kerjasama semua pihak. Karena tugas membangun sistem sekolah yang lebih berwibawa dan elegan bukan sekedar tanggung jawab Tim IT semata, melainkan tugas kita bersama. Kalau pihak manajemen nawaitu membentuk Tim IT dan memberi support penuh, maka berikutnya adalah tugas Tim IT untuk menyusun grand plan.

Tim IT juga butuh duduk bersama dengan jajaran manajemen dalam rangka menentukan skala prioritas dan policy dalam menentukan person-person yang memiliki hak dan kewajiban akses. Hal ini harus dibereskan dulu sebelum pembuatan program di eksekusi.

To be continue

Senin, Januari 16, 2012

BANYAK IRONI DI DALAM NEGERI

Tahun 2011 yang baru dilewati menjadi saksi nyata bahwa kondisi Tanah Air dan umat Islam masih diselimuti awan gelap. Berbagai tragedi politik dan keagamaan berkesinambungan mendera. Bisakah umat mengambil ibrah dari berbagai kejadian ini lalu menuju Islam sebagai jalan keluar yang terang-benderang?


Ancaman Separatisme

Sepanjang tahun 2011, isu separatisme wilayah Papua Barat terus bergulir. Aksi yang dimotori Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus menuai dukungan dunia internasional. Tercatat ada International Lawyer for West Papua (ILWP) yang melakukan kajian ilmiah terhadap pendudukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Wilayah Papua Barat sejak 1 Mei 1969 di Oxford-Inggris pada tanggal 2 Agustus. Anggota Parlemen Belanda Wim Kortenoeven (dari PVV) juga mendesak pemerintahnya agar mendukung kemerdekaan Papua.

Dugaan keterlibatan AS dalam gerakan separatis di Papua dilontarkan mantan Kepala Bakin A.C. Manulang. Ia menyebut AS mendukung dan membiayai kegiatan separatisme, termasuk Kongres Rakyat Papua III pada tanggal 17 Oktober 2011 yang berakhir rusuh. Tujuannya agar Indonesia terpojok lalu terpaksa melakukan jejak pendapat (referendum) bagi rakyat Papua. “AS sengaja membuat rusuh Papua dan Indonesia mendapat kecaman dunia internasional,” tutur AC Manullang (Itoday.com, 20/10/2011).

Kongres Rakyat Papua III yang digelar 17 Oktober silam seolah menjadi puncak bagi kaum separatis-teroris tersebut. Pada acara itu mereka mendeklarasikan kemerdekaan Papua dari NKRI sekaligus mengumumkan susunan pemerintahan transisi secara lengkap.

Niat separatis yang besar itu dipertegas pada aksi demonstrasi ke Gedung DPRD I Papua, yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Dewan Rakyat Papua. Turut hadir tokoh masyarakat dan gereja Papua Barat, ML Wanma. Ia menyampaikan petisi yang antara lain mempertegas pernyataan kemerdekaan Papua sejak Kongres Rakyat Papua III di Jayapura. Bahkan ia menyatakan Papua telah punya pemerintahan transisi. “Karena kami sudah merdeka maka kami menolak semua jenis tawaran pemerintah Jakarta,” (Bbc.co.uk, 17/11/2011).

Kaum separatis juga melakukan aksi teror terhadap warga sipil dan aparat, termasuk menembak mati Kapolsek Mulia Dominggus Oktavianus Awes. Ironinya, aparat keamanan dan Pemerintah terus bersikap lunak terhadap kelompok OPM bersenjata ini. Bahkan BNPT yang getol memerangi ‘terorisme’ dan ‘radikalisme’ Islam juga tidak memasukkan OPM sebagai kelompok teroris. Alasannya? HAM! Alasan yang tidak pernah ada pada operasi pemberantasan teroris yang berlatar belakang Islam.


Reshuffle Sia-sia

Tanggal 18 Oktober Presiden SBY mengumumkan Kabinet Bersatu Jilid 2. Sejumlah nama baru masuk dan sejumlah nama lama digeser. Tekanan publik yang besar akibat kinerja pemerintahan SBY yang memburuk menjadi salah satu alasan reshufflle kabinet. Sebagaimana dilaporkan UKP4, 50% kinerja menteri buruk, tidak melaksanakan instruksi Presiden.

Reshuffle ini kembali menuai kecaman. Pasalnya, terjadi ‘pembengkakan’ personil kabinet karena ada penambahan jabatan wakil menteri. Presiden SBY berkilah bahwa para wakil menteri adalah kaum teknokrat dan mereka bukanlah ‘menteri’ sehingga tidak jadi persoalan.


Korupsi yang Menggurita

SBY memberantas korupsi dengan retorika! Itulah yang terjadi setelah Presiden mencanangkan ‘jihad’ melawan korupsi. Pada 21 April 2011, Rosa Manulang ditangkap KPK. Penangkapan ini menjadi skandal korupsi yang paling besar sepanjang 2011, karena kemudian melibatkan Bendahara Partai Demokrat Nazarudin dan orang dekat Menpora Andi Malarangeng. Kasus ini masih terus bergulir karena Nazarudin terus menyebut keterlibatan sejumlah nama petinggi PD seperti Angelina Sondakh hingga Ketum PD Anas Urbaningrum. Uang itu konon digunakan dalam proses pemenangan Anas pada pemilihan ketua PD.

Skandal korupsi yang melibatkan pejabat penting tidak berhenti. Pada 25 Agustus 2011, dua orang pejabat dan staf Kemenakertrans dicokok KPK karena tertangkap basah menerima suap Rp 1,5 miliar. Uang itu diduga digunakan sebagai pelicin pencairan dana program Pembangunan Infrastruktur Daerah Bidang Transmigrasi kementerian senilai Rp 500 miliar, Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan 2011. Penerima suap sendiri merupakan orang kepercayaan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Ironinya, meski korupsi tetap menggurita, 50 anggota DPR pada tanggal 9 Desember ramai-ramai menolak usulan moratorium remisi, atau pengetatan syarat pengurangan hukuman bagi terpidana korupsi dengan alasan moratorium tidak jelas landasan hukumnya.


Agenda Deradikalisasi

Pada 11 Oktober RUU intelijen disahkan menjadi UU oleh DPR. UU Intelijen yang zalim ini memberikan keleluasaan yang lebih luas dan dalam bagi aparat keamanan untuk memberangus siapa saja yang diduga terkait dengan terorisme, seperti melakukan penyadapan.

Untuk menghantam apa yang dinamakan ‘radikalisme’ agama (baca: Islam), BNPT mempopulerkan 4 pilar bangsa yang dikatakan sebagai harta mati—UUD 45, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI—untuk mengklasifikasikan siapa saja yang termasuk kelompok radikal yang mengancam Pemerintah. Dalam praktiknya pengertian kelompok radikal mencakup kalangan pro syariah dan Khilafah.

Dalam langkah selanjutnya BNPT melakukan taktik adu-domba antara kalangan Islam tradisionalis dengan kelompok Wahabi. BNPT merangkul kalangan Islam tradisionalis dan memberikan berbagai fasilitas kepada mereka, termasuk akses ke media massa.

Sejalan dengan program ini, Presiden SBY pada CEO Summit di KTT APEC 2011 yang digelar di Sheraton Waikiki, Honolulu, Hawaii, AS, Sabtu (12/11) menyatakan bahwa bangsa Indonesia harus mempertahankan Islam moderat.


Pilkada (Dominan) Rusuh

Tahun 2011 juga diisi dengan kerusuhan yang terjadi pada sejumlah Pilkada. Salah satu kerusuhan yang terparah adalah Pilkada di Kabupaten Puncak Papua yang menewaskan lebih dari 23 orang sepanjang Juli-Agustus lalu. Kerusuhan Pilkada juga terjadi di Kabupaten Lany Papua pada September, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Propinsi Riau.


Agenda Jahat Kebebasan Beragama

Kasus kebebasan beragama memanas di Tanah Air, di antaranya karena dua kasus: penyerangan jemaah Ahmadiyah di Serang Banten dan pelarangan pendirian gereja di Yasmin Bogor. Dua kejadian ini memojokkan umat Islam yang dianggap kurang toleran terhadap perbedaan keyakinan antarumat beragama, termasuk aliran-aliran dalam Islam.

Kejinya, kaum liberal dan gereja ‘menjual’ berbagai isu seperti ini, termasuk penyerangan terhadap warga Ahmadiyah dan Gereja Yasmin, untuk menekan Pemerintah agar membuka kran kebebasan beragama seluas-luasnya.

Padahal hukum positif yang berlaku di Tanah Air sebenarnya memenangkan umat Islam. Pada kasus Ahmadiyah, BAKORPAKEM telah menyatakan kelompok ini terbukti telah menodai agama dan melanggar klausul perjanjian yang mereka buat dengan pemerintah. Dalam kasus Gereja Yasmin di Bogor, Pemkot juga telah mendapatkan bukti manipulasi izin pendirian bangunan.

Yang menyedihkan, ada elemen umat Islam yang justru senang menikam tubuhnya sendiri dengan berdiri di barisan pendukung kebebasan beragama. Dengan dalih demokrasi dan HAM, mereka melupakan ancaman terhadap akidah umat Islam.


Beberapa Rekomendasi

Pertama: Mempertahankan keutuhan wilayah kaum Muslim adalah fardlu kifayah. Papua telah menjadi bagian dari wilayah umat Islam sejak abad ke-13 M. Haram hukumnya memberikan opsi referendum kepada kaum separatis.

Akan tetapi, menyerahkan penanganan separatisme kepada Pemerintah sekarang dan aparat keamanan adalah percuma. Mereka bersikap ambigu. Padahal tindak terorisme oleh kelompok bersenjata OPM telah tampak jelas. Aksi penembakan dan pembunuhan terhadap warga sipil dan aparat terus terjadi, tetapi aparat keamanan kehilangan nyali memberantas mereka.

Persoalan kesejahteraan ekonomi dan keadilan hukum serta ekonomi bagi rakyat Papua—Muslim atau bukan—juga wajib diwujudkan. Caranya adalah dengan mengambil alih pertambangan emas yang selama ini dijarah PT Freeport McMoran, mengembalikannya menjadi milik publik yang dikelola secara transparan oleh negara. Merekalah yang telah memperkosa, merampok kekayaan tanah Papua dan dengan sengaja membiarkan rakyat Papua dalam keadaan bodoh.

Kedua: Tidak ada yang bisa diharapkan dari reshuffle ‘setengah hati’. Perombakan kabinet ini tidak lepas dari transaksi politik atau politik dagang sapi parpol-parpol peserta koalisi.

Selain pejabat Pemerintah haruslah memenuhi kriteria fit & proper test, sistemnya terlebih dulu harus masuk kategori fit & proper test. Pasalnya, biang penyebabnya adalah demokrasi dan Kapitalisme yang sudah menyesengasarakan rakyat dan melahirkan pemerintahan yang korup.

Ketiga: Ringannya sanksi yang diberikan pada para koruptor, juga adanya remisi hukuman, membuat pelaku korupsi tidak pernah jera. Perlu hukum yang tegas dan tidak berpihak pada siapapun. Hukum yang saat ini berlaku sangat tidak efektif. Selain itu, parpol-parpol besar masih terus membela kader-kadernya yang tertangkap basah melakukan korupsi.

Lagi-lagi, demokrasi adalah pangkal dari korupsi yang makin menggila. Pemilu nasional maupun lokal yang menyedot banyak dana membuat banyak politisi dan parpol mengambil shortcut untuk mengumpulkan lagi ‘modal’ yang sudah mereka keluarkan. Maka dari itu, sudah seharusnya demokrasi dihapus!

Keempat: Agenda deradikalisasi adalah kedok dari program deislamisasi. BNPT adalah pion yang dipakai Barat untuk memerangi perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah dalam agenda ‘globar war on terror’.

Seluruh elemen kaum Muslim sepatutnya menyadari taktik belah bambu yang digunakan Barat untuk menghentikan perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah, baik itu dengan menghadapkan vis a vis kalangan wahabi dengan tradisional, atau radikal dengan moderat.

Kelima: Selain melahirkan money politics, demokrasi juga telah menimbulkan ketegangan dan kerusuhan sosial. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena sarat intrik kecurangan.

Hanya dalam sistem politik Islam keharmonisan masyarakat akan jauh lebih terjaga. Khalifah yang akan menunjuk kepala daerah. Kepemimpinan pun ditegakkan bukan untuk mengakomodasi kepentingan parpol atau investor politik, tetapi mengurus umat dengan hukum syariah.

Keenam: Umat jangan tertipu dengan serangan yang memojokkan Islam dan kaum Muslim. Toleransi antarumat beragama memiliki batasan yang jelas. Demikian pula umat Islam haram hukumnya mengakui penyimpangan akidah yang dilakukan sejumlah kelompok. Justru umat harus menyampaikan penyimpangan tersebut dan mengajak pemeluknya kembali ke dalam Islam.

WalLâhu a’lam bish-shawâb. [Iwan Januar]

Sabtu, Desember 31, 2011

Dialog Iblis Laknatullah Dengan Nabi Muhammad SAW




………dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas…
Ketika kami sedang bersama Rasulul


lah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rum


Rasulullah bersabda : “Tahukah kalian siapa yang

memanggil?”ah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Kami menjawab : “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan : “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai R

asulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”


Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Sangat Di Benci Iblis …

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”


“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti ( Tidak Disukai ) Iblis


“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman ( Disengani ) Iblis


Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas


Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. ”

“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. ”

“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya


“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Cara Iblis Menggoda Manusia


“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,

“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku meminta agar punya azan, maka terompet adalah panggilan azanku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,

“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)

juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Kamis, Desember 15, 2011

IMAM SYAFI’I



Oleh : Riana Fatmawati, S.Th.I.

“Belajarlah agama sebelum engkau diangkat menjadi pemimpin Dan bila engkau telah diangkat menjadi pemimpin, maka engkau tidak sempat belajar.” (Imam Syafi’i)
“Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan pada setiap seratus tahun ada seseorang yang akan mengajarkan sunnah dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah n. Kami berpendapat pada seratus tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun berikutnya Allah mentakdirkan Imam Syafi’i.” (Imam Ahmad bin Hambal)

Garis Nasabnya
Imam Syafi’i bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris As Syafi’i. Terlahir di Gaza, Palestina, pada tahun 150 H/ 167 M, tahun dimana Imam Abu Hanifah wafat. Beliau berasal dari keturunan bangsawan Qurays dan masih termasuk kerabat Rasulullah n. Dari ayahnya, garis keturunannya bertemu di Abdul Manaf dan dari ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib.
Abdullah bin Abdul Hakam berkata, “Imam Syafi’i berkata kepadaku: “Aku lahir di kota Ghaza, Palestina, tahun 150 H. Kemudian aku pindah ke Makkah dan saat itu aku baru berusia 2 tahun.


Di antara Kelebihan Imam Syafi’i
Pada usia 9 tahun, beliau sudah bisa menghafal 30 juz al-Qur’an dengan lancar, dan satu tahun berikutnya, beliau sudah mampu membaca dan menghafal di luar kepala kitab Muwattha’(yang berisi 1.720 hadist pilihan), salah satu karya fenomenal Imam Malik.
Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i pernah berkata, “Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang pemuda Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris (Imam Syafi’i)”. Hingga akhirnya Imam Syafi’i dinobatkan sebagai imam bahasa Arab.
Karena kecerdasannya maka pada usia 15 tahun Imam Syafi’i sudah mendapatkan izin dari mufti Makkah, Muslim bin Khalid Az-Zanji untuk memberi fatwa. Imam Syafi’i pernah meminjam kitab Muwattha’ pada salah seorang penduduk Makkah dan menghafalnya dalam waktu 9 malam. Kecerdasannya membuat Imam Malik amat mengaguminya.
Imam Syafi’i termasuk orang yang zahid. Sejak kecil ia terbiasa makan sedikit artinya tidak sampai kenyang. Dan setiap menerima hadiah yang berupa uang/harta beliau tidak pernah menyimpannya akan tetapi langsung ia bagi-bagikan kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkannya.

Perburuannya Mencari Ilmu
Makkah

Selain mufti Makkah, Muslim bin Khalid Az-zanji, guru Imam Syafi’i yang lainnya dalam fiqih ialah Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl dan para ulama yang lain. Dia pun semakin menonjol dalam bidang fiqih hanya dalam beberapa tahun saja duduk di berbagai halaqah ilmu para ulama fiqih.
Adapun murid-murid beliau yang ada di Makkah antara lain : Abu Bakar Al-Humaidy (meninggal tahun 219 H), Ibnu Utsman ibn Syafi’ Al-Muththalibiy (saudara misan Syafi’i), Abu Bakar Muhammad bin Idris Waraq al-Humaidiy, dan lain-lain.

Madinah
Imam Syafi’i berangkat ke Madinah dengan niat untuk menuntut ilmu. Dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah beliau mengkhatamkan bacaan al-Qur’an sebanyak 16 kali. Malam hari satu kali khatam dan siangnya satu kali. Pada hari ke delapan beliau tiba di Madinah setelah shalat ashar. Beliau shalat di masjid Nabawi dan berziarah terlebih dahulu ke makam Rasulullah n. Setelah itu baru beliau menuju kediaman Imam Malik bin Anas.
Imam Syafi’i manyatakan kekagumannya terhadapa Imam Malik dengan pernyataannya yang terkenal berbunyi: “Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, niscaya akan hilanglah ilmu dari Hijaz.”
Selama 9 tahun di Madinah, Imam Syafi’i berhasil merampungkan belajar fiqih Maliki sampai wafatnya sang guru, Imam Malik, pada tahun 179 H. Imam Syafi’i menguasai corak dan metodologi fiqih ala Mazhab Maliki yang notabenenya merupakan aliran Hadits.

Yaman
Selanjutnya, Imam Syafi’i hijrah ke Yaman dan bekerja sebentar di sana. Tersebut sederet ulama Yaman yang didatangi oleh beliau ini seperti, Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli, dan banyak lagi yang lainnya. Dari Yaman, beliau melanjutkan tour ilmiahnya ke kota Baghdad di Iraq dan di kota ini beliau banyak mengambil ilmu dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fiqih di negeri Iraq. Juga beliau mengambil ilmu dari Isma’il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi serta para ulama lain.

Baghdad, Irak
Pada waktu Imam asy-Syafi’i telah menyelesaikan pelajarannya pada Imam Malik, beliau mendengar kabar tentang Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan, mereka adalah murid sekaligus sahabat Imam Abu Hanifah yang sedang berada di Iraq yaitu di kota Kufah. Beliau ingin sekali bertemu dengan mereka berdua. Maka Imam Syafi’i lantas memohon izin kepada Imam Malik untuk pergi ke Iraq.
Berkata Hasan ibn Muhammad ibn Shabah al-Za’farany, katanya: “asy-Syafi’iy datang ke sini, kota Baghdad, pada tahun 192 H, kemudian beliau tinggal bersama kami selama 2 tahun, kemudian kembali ke Makkah, kemudian kembali lagi ke Baghdad pada tahun 198 H untuk beberapa bulan, kemudian pergi ke Mesir. Murid-murid beliau yang ada di Baghdad antara lain : Abu Ali Al-Hasan ibn Muhammad ibn Shabah Al-Bazzar Al-Za’faraniy, Abu Ali Al-Husain ibn Ali Al-Kuraibisiy, Abu Tsaur Ibrahim ibn Khalid Al-Kalbiy, Abu Abdillah Ahmad ibn Hanbal, Abu Ubaid Al-Qasim ibn Sallam, dan masih banyak lagi tentunya.

Mesir
Begitu beliau sampai di negeri Mesir, segera saja penduduknya jatuh hati pada Imam asy- Syafi’i. Para ulama negeri itu juga memuliakannya dan meminta beliau untuk mengajar di masjid Amru bin Ash. Beliau mengajar sehabis subuh sampai zhuhur. Para ulama dan orang-orang jenius terpelajar lainnya datang menyimak pelajaran yang beliau sampaikan baik di masjid maupun di rumah. Di antara orang-orang yang belajar pada beliau yang kelak menjadi ulama terkenal adalah Muhammad bin Abdullah bin Hakam, Abu Ibrahim bin Ismail bin Yahya Al-Muzani, Abu Yaqub Yusuf bin Yahya Al-Buwaiti, Rabi’ Al-Jizi dan lain sebagainya. Penduduk Mesir menyebutnya sebagai “ Khathibul Ulama “.
Ketika di Mesir ini pula Imam Syafi’i banyak menulis kitab yang berisi madzhab beliau. Di antara kitabnya adalah Al-Umm,Imla’ al-Shaghir, Jizyah, Ar-Risalah dan lain sebagainya.

Karya-karyanya
Ar-Risalah
Salah satu karya beliau adalah “Ar Risalah” buku pertama tentang ushul fiqh. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadits, dan ushul. Ia mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh ahli Hijaz.
Imam Ahmad berkata tentang Imam Syafi’i, “Beliau adalah orang yang paling faqih dalam al-Quran dan as-Sunnah, tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di ‘leher’ Syafi’i.” Imam Ahmad melanjutkan, “Kalaulah bukan Imam Syafi’i, kita tentu tak tahu fiqhul hadits. Pintu fiqh tertutup hingga Allah membukanya melalui Imam asy-Syafi’i.”
Titik awal tahap ini dimulai sejak kedatangan Imam asy-Syafi’i ke Mesir pada akhir-akhir tahun 199 H sampai wafatnya tahun 204 H. Meskipun dalam kurun waktu yang sebentar, yaitu tidak lebih dari 5 tahun dari sisa usianya, masa-masa ini merupakan masa-masa yang menebarkan keharuman dan keagungan Imam Syafi`i. Masa-masa yang penuh dengan inovasi dan kreasi-kreasi subur dari hasil kerja olah pikir Imam Syafii.
Pergumulannya dengan para ulama dan pemikiran-pemikiran di Mesir serta pengamatannya yang tajam terhadap kondisi sosial budaya dan kemasyarakatan yang berbeda dengan daerah Hijaz dan Iraq, membuat Imam Syafii menengok kembali pendapat-pendapat yang pernah beliau publikasikan sewaktu berada di Baghdad (qaul qadîm). Imam Syafii pun mengeluarkan revisi atas qaul qadîm-nya. Revisi ini yang kemudian lebih dikenal dengan istilah qaul jadîd.
Pemikiran-pemikiran barunya dibukukan ke berbagai kitab, di antaranya kitab al-Umm yang menjadi salah satu kitab induk dalam mazhab asy-Syafii. Inovasi-inovasi Syafi’i ini membuat beberapa ulama-ulama besar dari mazhab lain berbelok arah menjadi pengikutnya, seperti Imam al-Muzani yang sebelumnya bermazhab Hanafi dan al-Buwaithi yang pada awalnya menganut Mazhab Maliki. Dari sini kita tahu betapa keras perjuangan Imam Syafi’i dalam melakoni proses pencarian jati diri pemikirannya.
Berkat perjuangan, pengembaraan, dan kemauan yang tak kenal lelah didukung dengan kecerdasan yang tinggi, Allah menganugerahi Imam Syafi’i kemampuan untuk menjadi mujtahid. Ijtihadnya melahirkan fikih yang matang dan akomodatif, akumulasi dari fiqih Hijaz, Iraq, Yaman, dan Mesir. Inilah fiqih yang mengeksplorasi kekayaan tradisi dengan pemahaman mendalam tentang dalil-dalil syariat.
Dasar madzhabnya adalah Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah, dan perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i pernah mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan istihsan, maka ia telah menciptakan syariat.” Atas pemikirannya itu, sampai-sampai penduduk Baghdad mengatakan, “Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah).”
Imam Syafi’i bertemu dengan Ahmad bin Hanbal di Makkah tahun 187 H dan di Baghdad tahun 195 H. Dari Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafi’i menimba ilmu fiqihnya, ushul madzhabnya, penjelasan nasikh dan mansukhnya. Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (madzhab qodim). Kemudian beliu pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (madzhab jadid).
Al-Hujjah
Kitab “Al Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak ; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi, dan Imam Syafi’i.
Al-Umm
Kitab “al-Umm” sebagai madzhab fiqih yang baru Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam asy-Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya, “Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadits) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok.”

Wafat Imam Syafi’i
Imam Syafi’i meninggal di Mesir pada usia 55 tahun, tepatnya hari Kamis malam Jum’at setelah mengalami sakit beberapa waktu. Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata, “Imam Syafi’i meninggal pada malam Jum’at setelah maghrib. Pada waktu itu aku berada di sampingnya. Beliau dishalatkan dengan imamnya adalah al-Sury ibn Hakam, gubernur Mesir pada saat itu. Jasadnya dimakamkan pada hari Jum’at setelah ashar, hari terakhir di bulan Rajab.

Penutup
Setelah membaca dan mengetahui sekilas biografi Imam Syafi’i, diharapkan bisa menjadi pengobat jiwa, menikmati pemikirannya yang sempurna, pancaran kepandaiannya dan berkah kata-katanya, serta dapat mengambil hikmahnya.
Padanya terdapat kesembuhan bagi mereka yang kehausan akan suri tauladan, dan padanya terdapat cahaya sebagai petunjuk jalan kebaikan. Tak lupa, mengetahui kehidupan para ulama berfungsi sebagai cermin yang akan memperlihatkan kelemahan diri yang nantinya sebagai bahan perbaikan.
Ali bin Abdurrahman bin Hudzail berkata : “Ketahuilah, bahwa membaca kisah-kisah dan sejarah-sejarah tentang orang yang memiliki keutamaan akan memberikan kesenangan dalam jiwa seseorang. Kisah-kisah tersebut akan melegakan hati, mengisi kehampaan, serta membentuk watak yang penuh semangat dilandasi kebaikan dan menghilangkan rasa malas.” ('Ainul Adab wa As-Siyasah : 158).

Maroji’
1. Ensiklopedi Islam jilid.4, DEPDIKNAS, PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002
2. At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah, Muh. Syamsyuddin Abdul Hafidz dkk, Kuwait, 1980
3. Aneka sumber dari Internet :
a. Http ://abualbinjany.file.wordpress.com
b. Http ://belajarislam.com
c. Http ://kolom-Biografi.Blogspot.com
d. Http ://skisma2.multiply.com
e. Http ://www.indonesiaindonesia.com
f. Http ://www.scribd.com