Selasa, Juni 02, 2009

Bebaskan Ibu Prita

Tahun 2008 kemarin saya dapatkan email Ibu Prita tentang kejadian yg menimpa beliau.

quote:
"Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik."
selengkapnya baca: suarapembaca.detik.com

Ibu dua anak yang masih kecil-kecil itu ditahan di LP Wanita Tangerang sejak 13 Mei lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik RS Omni International Tangerang lewat internet.

Saat ini telah dilakukan penggalangan dukungan di facebook, 'Bebaskan Ibu Prita Mulyasari Dari Penjara dan Segala Tuntutan Hukum' dengan 3 poin:

1. Cabut segala ketentuan hukum pidana tentang pencemaran nama baik karena sering disalahgunakan untuk membungkam hak kemerdekaan mengeluarkan pendapat.

2. Keluhan/curhat ibu Prita Mulyasari thd RS Omni tidak bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

3. Keluhan/curhat Ibu Prita Mulyasari dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

4. RS Omni hendaknya memberikan HAK JAWAB, bukan melakukan tuntutan perdata dan pidana atas keluhan/ curhat yg dimuat di suara pembaca dan di milis2.

Masih adakah rasa kemanusiaan kita? Mari kita support bersama.

Be NEGATIVE! [1]

MENDERITALAH
dlm mengejar smua keinginan Anda,
maka Anda akn menemukan berbagai ujian
dan tantangan tanpa henti. santailah sejenak dan lihat ke belakang.
Anda akan menemukan bahwa semua batu ujian dan tantangan
itu telah berubah menjadi emas dlm genggaman.
Tapi hati-hati, di depan saat ini sedang
menungu batu ujian yg lbh besar lagi...


"how we spend our
days is, of
course, how we
spend our lives"

What u end up isn't the most
important thing. it's the road you
take to get there. the road u take is what
u'll look back on and call your life.



"manaa hasilnya? Saya sudah berjuang keras sampai saat ini, masih saja menemukan ujian dan ujian lagi...tantangan dan tantangan lagi... kapan selesainya?"


jadilah seorang detektif dan polisi yg mengejar buronan sampai berhasil/
apabila gagasal gagal diperankan oleh seorang detektif,
maka buronan kita di sini adalah mengejar target-target berikutnya
sbg keputusan utk bangkit kembali.
berbagai kesalahan posisi maupun lokasi bahkan situasi akan menjadi
santapan harian proses ini. namun dg kesalahan2 yg ada,
tersimpan banyak sekali potensi tak terduga yg justru
menjadi penguat strategi di dlm pengejaran ketinggalan2
yg tdk terjamah sebelumnya. & anda tdk akan menyadari
mendapatkan sesuatu yg jauh lebih baik dari kesalahan
atau kegagalan yg telah anda tinggalkan. bukankah kesalahan fatal
columbus mencari jalan ke asia terbayar dg menemukan amerika?


entrepreneur
sejati, memandang kegagalan sbg batu loncatan
utk memperbarui kinerja bisnis mereka di masa mendatang.
sy tdk mau menghabiskan waktu memikirkan kegagalan,
yg ada adlah bagaimana cara memaksimalkan kesalahan
yg telah terjadi menjadi target perbaikan bahkan menjadi
blessing in disguise...

senang sekali melihat kegagalan2 org lain yg menjadikannya sejarah dlm arena bisnis.
sebut saja xerox yg gagal membuat mesin utk menduplikasi foto,
namun menjadi sejarah bagi lahirnya mesin fotocopy.
tentukan buronan anda agar dg jelas teridentifikasi
utk segera ditangkap, nikmati proses pengejarannya
krn anda tdk akn pernah berhenti pada buronan itu.
ingat setelah buron satu tertangkap,
anda memiliki buron lainnya yg lebh handal dan pinta.


"berlian menjadi berharga
karena hebatnya proses
tempaan keras yg menimpanya..."

Kamis, Mei 14, 2009

Hari Moekti: Hidup itu Pilihan!






ImageSindiran apa yang kudapat, ”Hari Moekti itu bagaikan lilin yang menyala, bermanfaat menerangi lingkungan tetapi tubuhnya terbakar”.

Ramadhan 1995, aku diundang dalam acara dialog interaktif 'Buka Puasa Bersama Artis' di SMAK Analisis Kimia Bogor. Saat itu dialog dengan Adi Maretnas dengan moderator Muhammad Syamsul Arifin. Adi ini kok pinter banget, pikirku. Masih muda tapi otaknya seperti kiai saja, karena semua argumenku terbantahkan. Usai acara Syamsul ngobrol denganku. Dia mengajak aku untuk mengaji kepadanya. Aku bertanya, boleh enggak aku mengaji lagi di tempat lain. ”Boleh, ngaji itu bisa ke mana saja. ”Yang penting kita punya pemahaman,” jawab Syamsul. “Pemahaman apa?” tanyaku.”Kepemimpinan berpikir, pemimpin kita itu bukan perasaan tetapi pikiran kita yang diatur oleh syariah Islam. Jadikanlah Islam sebagai kepemimpinan berpikir” tandasnya.

”Intelek sekali, hebat banget ucapan-ucapan kayak begini,” ujarku dalam hati. Ia berbicara panjang lebar. Akhirnya aku mengerti ternyata sekitar 80 persen ajaran Islam adalah terkait politik. Artinya sebagian besar ajaran Islam itu mengatur seluruh kehidupan manusia, seperti pendidikan, ekonomi, budaya, peradilan, pemerintahan dan lainnya. Sisanya, ya terkait ibadah mahdlah dan lainnya.

Seperti Lilin

Sejak itu aku dibina seorang ustadz muda secara rutin dengan berbagai dalil. Di antaranya Surat Al-Mulk ayat 2, agar Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang amal perbuatannya paling sempurna. Aku sebagai artis banyak amalnya. Membangun masjid, sunatan massal, sedekah menyekolahkan anak-anak orang miskin tetanggaku dan menyantuni anak yatim. Sindiran apa yang kudapat, ”Hari Moekti itu bagaikan lilin yang menyala bermanfaat menerangi lingkungan tetapi tubuhnya terbakar”. Artinya, pikiranku, hartaku, tenagaku, itu bermanfaat bagi orang lain tetapi akan mencelakakanku di akhirat, karena tidak mendapat ridla Allah.

Benarkah amalku selama ini tidak diridhai Allah? Aku terus mencari jawaban. Ayat Al Mulk itu ternyata menjelaskan bahwa ahsan amalan (perbuatan terbaik) itu harus dilandasi dengan niat ikhlas dan cara yang benar berdasarkan tuntunan Rasulullah. Aku lalu berpikir, apakah waktu menyumbang niatku ikhlas dan memperolehnya dengan benar? Dari situlah aku belajar memahami Surat Al-Fatihah, Alhamdulillahirabbil 'alamiin, segala puji bagi Allah Yang mengatur alam semesta. Maknanya, tidak layak dipuji, tidak layak memuji selain Allah. Sebagai artis, aku selalu ingin dipuji, selalu ingin memuja selain Allah. Sedangkan orang yang ihsan itu Mukmin yang beribadah, semata-mata hanya karena Allah.

Orang ikhlas itu selalu menutupi amal shalihnya sebagaimana ia menutupi keburukannya. Seperti orang yang kentut tanpa suara tapi baunya ke mana-mana. Pasti malu bila ketahuan kentut. Agar tidak ketahuan, pura-pura tidak merasa kentut. Jadi kalau orang ikhlas itu amal shalihnya bila tercium orang lain pura-pura tidak tahu. Kalau aku, saat itu, malah senang diberitakan di radio, televisi dan koran. Harusnya seperti orang yang kentut tadi, ia berharap agar baunya cepat-cepat hilang, bersyukur kalau tidak ada orang yang mengetahui kalau ia yang kentut.

Lantas apakah harta yang kuperoleh itu dari jalan yang benar? Pertanyaan itu berkecamuk dalam benakku. Ihdinashirathal mustaqiim, tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan yang lurus itu sirathal ladziina an'amta 'alaihim, jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, yakni Nabi-Nabi dan para pengikut setianya. Bukti sebagai pengikut setia itu ya tentu saja yang mengikuti Nabi Muhammad SAW. Karena, tidak beriman seseorang di antara kalian, sehingga hawa nafsunya mengikuti apa-apa yang kubawa, begitu sabda Nabi SAW. Apa yang Nabi Muhammad SAW bawa? Yaitu Alquran dan Sunnah. Yang kemudian diijtihad oleh para mujtahid dan diperkenalkanlah kepada kita sebagai syariah Islam dengan hukum yang lima itu, wajib, sunah, mubah, makruh dan haram.

Ghairil maghdhubi 'alaihim, dan bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai. Mengapa kaumYahudi dimurkai padahal mereka adalah orang-orang yang cerdas? Ya karena kecerdasannya dipakai untuk merusak umat Islam. Jadi artis sebenarnya adalah ujung tombak Yahudi untuk menyebarkan paham setan, di antaranya adalah seks bebas dan sinkretisme agama. ”Jadi aku harus meninggalkan dunia artis ini?” tanyaku. ”Oh terserah Kang Hari, ente kan sudah paham tentang qadla dan qadar bahwa hidup itu pilihan,” ujar Syamsul.

Terus aku berdoa kepada Allah, ”Ya Allah berikan aku kekuatan untuk mampu meninggalkan apa saja yang Engkau tidak sukai dan gantikanlah aktivitas kehidupanku ke aktivitas yang Engkau ridhai”. Doa itu kupanjatkan di Padang Arafah ketika ibadah Haji awal tahun 1996. Pulang naik haji, aku berubah total. Tanpa ragu kutinggalkan dunia artis ketika kontrak sinetron dan iklan tinggal kutandatangani saja. Bahkan kontrak menyanyi yang sedang berlangsung, kubatalkan. Karena aku paham, dunia artis itu banyak keharamannya.

Memang, hukum nyanyinya sih mubah tetapi aktivitas lainnya yang terkait nyanyi banyak haramnya. Aku baru naik panggung saja, para penonton sudah mabuk. Campur baur laki-laki dan perempuan. Aku nyanyi, yang nonton memujaku, jatuh syirik nantinya. Si penyanyinya itu, tidak bisa dihilangkan dari rasa ingin dipuji, ujub namanya. Itu yang aku rasakan. Dua belas tahun aku sebagai artis dipuja-puja setan. Ternyata, saat itu, aku juga setan. Astaghfirullah.

Satu setengah tahun sejak dialog di SMAK itu, aku baru ngeh bahwa ustadz muda itu adalah aktivis Hizbut Tahrir. Kemudian aku diminta bergabung berdakwah, berjuang bersama untuk menyadarkan umat agar mau menegakkan kembali institusi politik Islam yakni Khilafah Islam. Aku jawab, kenapa tidak dari dulu saja Tadz![] joko prasetyo

Selasa, Mei 05, 2009

Isteri dan Bidadari Surga

Isteri dan Bidadari Surga

TANYA

Assalamu'alaykum wr. wb.

Saya seorang suami yang baru berumah tangga selama dua tahun, sudah hampir satu tahun ini saya ditinggal wafat oleh istri tercinta yang sedang hamil delapan bulan anak pertama yang sangat kami harapkan.

Pertanyaan saya, apakah ada doa khusus yang dicontohkan oleh Rasulullah saw untuk mendoakan wafat seorang istri yang sedang hamil supaya di akhrat nanti saya dapat bertemu dan berkumpul kembali bersama mereka? syukron jazakumullah.

Wassalamu'alaykum wr. wb.

Agus


Jawaban

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Doa untuk orang yang sudah meninggal adalah sebagai berikut:

" اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وأكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ، ونَقِّهِ منَ الخَطايا كما نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وأبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأهْلاً خَيْراً مِنْ أهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وأدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وأعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ أو مِنْ عَذَابِ النَّارِ "

Didalam riwayat muslim lainnya disebutkan " وَقِهِ فتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ "

Dan apabila anda ingin menambah doa-doa lainnya yang secara khusus ditujukan untuk istri anda maka diperbolehkan bagi anda dengan menggunakan bahasa Indonesia dan berdoa sekehendak anda untuk kebaikannya di akhirat serta kebaikan anda dan keluarga yang ditinggalkannya.

Dalam hal berdoa dengan menggunakan bahasa selain arab ini maka Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa berdoa diperbolehkan dengan menggunakan bahasa arab dan selain bahasa arab. Dan Allah swt mengetahui maksud dari orang yang berdoa dan keinginannya walaupun orang yang bersangkutan kurang baik didalam menyebutkannya. Dan Allah swt mengetahui kegaduhan suara-suara yang berdoa dengan berbagai bahasa untuk berbagai macam keperluan.” (Majmu’ al Fatawa juz XXII hal 488 – 489)

Bagaimana Keadaan Seorang Istri di Surga

Adapun jika seorang wanita meninggal sebelum dia sempat menikah dengan seorang laki-laki maka Allah lah yang menikahkannya kelak di surga dengan seorang lelaki dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah ada di surga seorang bujang.” (HR. Muslim). Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa jika seorang wanita belum menikah di dunia maka Allah swt yang menikahkannya dengan seseorang yang menyedapkan pandangan matanya di surga. Kenikmatan di surga tidaklah terbatas untuk kaum laki-laki akan tetapi untuk kaum laki-laki dan wanita dan diantara kenikmatan itu adalah pernikahan. Demikian halnya dengan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan sudah dicerai.

Demikian pula terhadap seorang wanita yang suaminya tidak masuk surga, Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa seorang wanita yang masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk kedalam ahli surga maka jika wanita itu masuk surga dan di surga terdapat lelaki dunia yang belum menikah maka seorang dari merekalah yang menikahinya.

Adapun seorang wanita yang meninggal setelah menikah dan dia termasuk ahli surga maka di surga dia akan bersama suaminya yang menikahinya saat meninggalnya.

Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia tidak menikah lagi setelahnya hingga dia meninggal dunia maka wanita itu akan menjadi istrinya di surga.

Adapun seorang wanita yang ditinggal suaminya terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi setelah itu maka wanita itu menjadi istri bagi suaminya yang terakhir walaupun wanita itu pernah menikah dengan beberapa laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Seorang istri untuk suaminya yang terakhir.” (Silsilatu al Ahadits ash Shahihah Lil Albani) dan perkataan Hudzaifah kepada istrinya,”Jika engkau mau menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah sepeninggalku. Sesungguhnya seorang istri di surga adalah untuk suaminya yang terakhir di dunia. Karena itu Allah swt mengharamkan istri-istri Nabi untuk kmenikah sepeninggal beliau saw karena mereka adalah istri-istrinya saw di surga.” (http://forum.islamstory.com)

Wallahu A’lam

source: eramuslim

Selasa, April 28, 2009

Pendi Liong: Dari Bisnis Maksiat Menuju Bisnis Islami

ImagePencarian kebenaran agama kujalani selama 15 tahun hingga di Stafushire Inggris.

Namaku Muhammad Pendi Leong, lahir 10 November 1972. Aku dilahirkan di keluarga Tionghoa beragama Budha. Sejak kecil aku hidup dalam keluarga yang memiliki harta yang berkecukupan. Orang tuaku pemilik sebuah Supermaket ternama di kota Medan yakni, Macan Yohan Supermaket. Karenanya mereka menyekolahkanku sejak kecil di Dunmand Schools Singapura.

Sejak aku SD, umur sepuluh tahun, aku selalu berpikir tentang tuhan dan mencari kebenaran adanya tuhan. Padahal saat itu aku masih kecil dan tidak mengerti tentang agama. Selalu saja timbul pertanyaan di hatiku; kenapa banyak agama padahal tuhan hanya satu? Kenapa manusia saling berselisih padahal tuhannya sama? Saat itulah aku hidup dengan tanda tanya.

Singkat cerita, dalam perjalanan studiku di negeri tetangga, aku selalu mencari kebenaran tentang tuhan. Hingga aku terkadang lupa akan studiku. Selama 15 tahun aku mencari kebenaran agama Kristiani dan Hindu di sana. Aku belajar secara ilmiah dan bertanya langsung dengan tokoh agama (pendeta).

Herannya, selama itu pula belum terbisikkan sedikitpun tentang Islam. Aku pun terus penasaran. Perjalanan mencari kebenaran tuhan itupun kulakukan hingga di Stafushire Inggris, tempatku kuliah.


Mengenal Islam

Tahun 1995 aku kembali ke Medan. Aku melanjutkan bisnis orangtuaku sebagai direktur supermarket milik orang tuaku. Sampai tahun 1998 usahaku maju dan berkembang hingga aku memiliki banyak tempat hiburan malam (diskotik, cafe dan restoran) di Jl Thamrin Medan ketika itu. Puluhan juta rupiah pun kuhasilkan setiap malam.

Aku mulai mengenal Islam, ketika sehari sebelum Rama-dhan tahun 1998, saat aku hendak pulang ke rumah di kompek Pondok Asri Medan dari Planet Cafe tempat usahaku. Sepeti biasa, aku mendengarkan radio untuk menghilangkan kepenatan di mobilku. Saat aku pencet powernya, langsung terdengar kumandang adzan. Sontak aku heran atas apa yang terjadi di badanku. Pasalnya, badanku kontan merinding gak karuan ketika mendengarnya. Ini kejadian aneh, menurutku.

Tak lama kemudian, melalui kaca samping mobilku, aku melihat banyak umat Islam yang berbondong -bondong menuju mesjid. Sejak itulah, aku tahu kalau adzan adalah panggilan shalat untuk orang Islam.

Setelah kejadian itu, setiap menjelang magrib dan terdengar suara adzan selalu saja badanku meriang. Hati ini seakan ada yang mengajarkan sesuatu tentang kebenaran. Keanehan lain, ketika ada yang datang bertamu selalu saja aku ceramahi, dan tidak lagi selalu bercerita tentang bisnis. Begitu selanjutnya hingga berakhir Ramadhan tahun itu.

Kejadian aneh pada suatu hari aku bermimpi. Dalam mimpi, aku bertemu dengan dua orang berjubah putih mengetuk pintu kamar. Setelah itu, mereka masuk ke kamar kemudian aku keluar dengan jubah hitam bersama mereka. Kejadian itu seakan sangat nyata sekali.

Tiga hari kemudian, kejadian aneh juga terjadi ba'da magrib saat aku pulang dari kantor. Ketika itu, aku duduk istirahat bersantai di salah satu ruangan di rumahku. Di ruang kosong sebelah ruangan di mana aku duduk terdapat sebuah cermin hias di atas meja. Saat itu cermin tersebut jatuh, sontak aku kaget karena mendengar suara cermin pecah. Padahal cermin itu di atas meja, padahal dilihat dari posisinya, tidak mungkin cermin itu jatuh- kalau tidak dihembus angin yang kencang. Tapi karena sudah jatuh dan pecah akupun bergegas untuk membersihkan serpihan cermin tersebut. Tidak kuhiraukan lagi apa penyebab jatuhnya.

Namun saat aku bersihkan bekas pecahan cermin, tepat bagian belakang penyokongnya ada satu tulisan yang aku ketahui sebelumnya tulisan Arab. Karena tidak mengerti apa bacaannya, kemudian kupanggillah pembantuku. Dan kutanya, tulisan apa itu? Ia menjawab, ''Itu tulisan Allah tuhan kami''. Kemudian badanku bergetar ini dan merasa tidak enak. Sontak aku seakan diajak kembali mengingat secara cepat dan rinci tentang masa kecilku ketika aku bertanya tentang tuhan.

Kemudian, aku hubungi teman dekatku, Mas Sukri ketika itu sebagai Danramil Bukit Tinggi dan aku banyak bercerita dengan dia tentang kejadian kejadian aneh yang aku alami. Keeseokan harinya, ia langsung mengajakku ke Mesjid Al Manar, Jl Amanliun, dan di sanalah aku bersyahadat dan disaksikan oleh Mas Sukri.


Tantangan Bisnis Dan Keluarga

Awalnya, orang tuaku belum tahu kalau aku sudah masuk Islam. memang aku juga tidak memberi tahu mereka. Namun mereka sudah mendengar dari orang lain.

Suatu saat mereka mengajakku untuk makan di salah satu rumah makan yang menyediakan makanan yang haram bagi umat Islam. Saat ditawari makanan haramitu, aku menolak. Langsung mereka bertanya, ”Apakah kamu sudah masuk Islam?” Langsung kujawab, ”Ya.” Orang tuaku langsung memberikan iming- iming agar aku kembali ke agama Budha. Sampai-sampai akhirnya mereka mengancam untuk menarik semua asetnya di Supermaket yang kukelola. Akhirnya mereka memang mengambil semua aset dan menyerahkan posisiku kepada adikku. Tidak hanya itu, mereka juga tidak menganggapku sebagai anaknya.

Tinggal sebuah rumah yang kupunya. Sejak itu, dua tahun aku tidak pernah keluar rumah. Di samping karena masih merasa 'malu' karena awalnya berkehidupan cukup selanjutnya tidak lagi, juga karena sejak itu tidak ada usaha yang bisa kulakukan.

Dalam dua tahun itu aku belajar dengan Pak Nur tentang Islam. Mulai dari belajar membaca Alquran hingga belajar banyak tentang Islam sebagai sebuah ideologi. Selama itulah juga di tahun 2003 aku membuka les bahasa Inggris dan belajar Alquran di rumah untuk menambah biaya hidup.

Meski tak dianggap anak lagi, aku tetap berusaha mengunjungi orang tuaku. Suatu saat di tahun 2004, akhirnya mereka menerimaku kembali.

Saat itulah aku mulai membuka supermaket Macan Syariah (di ambil dari nama Macan Yohan) yang berbasis Islam. Tantangan pun belum berhenti. Tidak gampang mengembangkan bisnis seperti ini. Dengan loby dan komitmen bahwa, 'halal itu barakah' akhirnya aku dapat membuka supermaket berbasis syariah dengan nama yang baru yakni Madinah Syariah yang hingga kini menjadi satu satunya supermarket berbasis Islam. Insyaallah.[] dani umbara lubis kontributor medan, olahan wawancara/www.mediaumat.com

Jumat, Maret 13, 2009

Alhamdulillah

Alhamdulillah... semua atas kuasaNYA.

terima kasih temans yg telah banyak membantu, baik doa, tenaga, fikiran serta dana. semua sangat berarti bagi kami. wabil khusus kepada emak+bapak... akur terus yaa, juga my big family.... kompak!

Dr. dr. Siti Chandra SPOG, klinik aisyah, RSI Aisyah Malang...pelayanannya terjamin.

mbak umi dirgantara 'dukun akupuntur' yg byk memberi nasihat2 serta wejangan herbalnya.

tak lupa juga kepada embah dukun bayi berumur 135 th yg telah 'ngoyok' (menata bayi di kandungan supaya proses persalinan lancar).

juga temans lain yg tak mungkin kami sebutkan 1/1 (saking banyaknya).... tenkyuu all.

akhirnya... pada Rabu 12 Maret 2009 Jam 2.35 dini hari Putra kami lahir selamat dengan berat 3 kg dan tinggi 50 cm.

Rencana dihari ke7:

1. mencukur rambutnya (ditimbang n dikurskan dg emas, disedekahkan)

2. khitan (msh konsultasi dg para ustadz n paramedis)

3. aqiqah (semoga ada rizki)

4. memberi nama (msh menampung aspirasi, ada uzul?)

Yg berbahagia, gatot wisnu + ariani k.

Selasa, Februari 10, 2009

Nyontek, Human v Education Error

Oleh: Gatot Mulyono (Guru KKPI SMK Wisnuwardhana Malang)

Mencontek, jual beli jawaban ujian sampai jual beli ijazah instan adalah potret buram pendidikan di Indonesia. Fonema ini justru kian dianggap biasa dan lumrah. Pendidikan dianggap hanyalah investasi mendapat ijazah untuk mendapatkan lapangan pekerjaaan.  

Demi mendapat ijazah sekolah dengan nilai jual tinggi para orang tua berlomba-lomba memasukan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah unggulan. Dari usia pendidikan dini, anak-anak telah dijejali banyak beban pelajaran yang dianggap perlu sebagai bekal masa depan mereka. Pernahkah para orang tua tersebut menyadari apa sesungguhnnya potensi dan minat bakat anak-anak mereka? Pernahkah orang tua memberi pilihan, sekolah seperti apa yang mereka inginkan? 

Tak sedikit orang tua memiliki parameter sekolah unggul dinilai dari prosentase jumlah siswa yang lulus UAN padahal tak semua peserta lulus UAN adalah “nyata” pandai dan peserta yang tidak lulus UAN adalah “nyata” tak pandai.

Demi mengejar kursi di sekolah unggulan sejak SD (Sekolah Dasar) para orang tua ramai-ramai memberi les tambahan yang sebenarnya justru memperparah kelelahan otak dan mental anak-anak mereka. Seandainya para orang tua tahu, bahwa standar jam belajar siswa SD menurut UNESCO hanya 800 jam per tahun atau rata-rata 16 – 17 jam per minggu, mungkin mereka akan merasa kasihan pada perkembangan psikologis anak-anaknya.

Montessori menyatakan bahwa setiap anak adalah unik dan berbeda dari orang dewasa. Anak kecil bukanlah orang dewasa dengan tubuh kecil, anak memiliki daya pikir, kekuatan konsentrasi dan pengarahan diri yang jelas tak sama dengan orang dewasa.

Karena itu, pengukuran kepandaian dengan angka dan tolok ukur yang sama rata juga sangat tidak relevan, karena setiap pribadi yang unik tersebut memiliki potensi kecerdasaan yang berbeda-beda. Multiple Intelligences yang dikembangkan oleh H. Gardner menyatakan bahwa setiap individu memiliki kecerdasan tertentu yang menonjol.

Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam beberapa kategori yaitu spatial, auditory-musical, linguistic, kinesthetic, mathematical, interpersonal, dan intrapersonal. Masing-masing ditandai dengan ciri perilaku tertentu. Bila mendapatkan rangsangan yang sesuai, ia akan mudah menyerap pelajaran. Karena itu, sungguh tidak adil bila, dalam sebuah kelas dengan metode dan media pembelajaran yang sama, beberapa individu dikatakan “bodoh” karena tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dan gagal pada test. 

Tak sedikit guru yang mengeluh bahwa terdapat beberapa “oknum” di kelasnya yang dinilai sebagai biang onar, si pemalas, dan si apatis. Seandainya para orang dewasa menyadari bahwa kenakalan-kenakalan tersebut adalah sebuah protes atas cara belajar yang dipaksakan dan sangat tak sesuai dengan karakteristik cara belajar mereka. 

Thomas Armstrong, pakar Multiple Intelligences, menyatakan ada cara sederhana mengenali kecerdasan-kecerdasan yang menonjol melalui kenakalan mereka di kelas. Jika diamati, ternyata kenakalan anak-anak itu berbeda-beda ekspresinya. Anak dengan kecerdasan linguistik biasanya sering membuat celetukan dan canda kata-kata. Anak dengan kecerdasan spasial akan mencoret-coret. Anak dengan kecerdasan interpersonal akan mengobrol dengan teman-temannya. Sedangkan anak dengan kecerdasan kinestetis tidak bisa duduk diam dan terus bermain kejar-kejaran .

Puncak dari luka batin karena vonis nilai dan kegagalan tes yang semestinya bukan 100% kesalahan mereka membuahkan tradisi berbuat curang sebagai jalan pintas mendapat nilai memuaskan. Bagi mereka pendidikan adalah memenuhi permintaan standar nilai, kebanggaan dan penghargaan atas kemampuan mereka dinyatakan dalam nilai dengan tolak ukur yang sama, maka tak heran kecurangan-kecurangan dalam pendidikan seperti lingkaran setan yang tak ada ujungnya. Inilah sebuah renungan panjang bagi para guru dan orang tua.
Keterangan:
Dimuat Jawa Pos Radar se Jawa Timur dalam program UNTUKMU GURUKU edisi Selasa, 10 Februari 2009.


Minggu, Januari 25, 2009

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

~ ABDUL MUJIB AR RAHMAN ~
Wafat: Jum'at, 23 Januari 2009 Jam 20.00 WIB


Beliau adalah Seorang Sahabat, Saudara, Orang Tua, Penasehat Kehidupan saya
telah dipanggil oleh Sang Pemilik Alam Semesta ALLOH SWT.

saya menjadi saksi.... bahwa semasa hidup
beliau adalah sosok pejuang PeDulI
pejuang sejati
pengemban amanah terpercaya
dari mulut beliau tidak pernah keluar keluh kesah
melainkan sarat akan bermakna
penuh dengan tausiyah,
hikmah dan pelajaran berharga

waktu-waktu terbaiknya
harta benda terbaiknya
tetesan keringat terbaiknya
pemikiran-pemikiran cemerlangnya
telah beliau infaqkan di jalan Alloh

beliau telah melakukan jual beli dengan Rabbnya
itulah jual beli yang menguntungkan
karena Alloh telah membelinya dengan syurga

************



doaku:


Yaa Alloh....
Yaa Rabb Pemilik Arsy Yang Agung....
Ampunilah seluruh kesalahan, kealpaan, dan kekhilafannya
Terimalah segala amal baiknya selama di dunia
Tempatkanlah Beliau di sebaik-baik tempat di sisihMU
Sebagaimana tempat yang telah Engkau janjikan
bagi hambamu yang bertakwa dan beramal shalih

Di alam kubur berilah Beliau rizki yang tiada putus-putusnya
dengan nikmat dan karuniaMU

Yaa Alloh....
Yaa Rabb Sang Raja Maha Diraja....
Berilah keikhlasan dan kelapangan dada
kepada keluarga, sahabat, handaitaulan

yang ditinggalkan
Berilah ketabahan atas anak-anak dan istri Beliau

Yaa Alloh.... Ya Rabb 'Alamin
Kepada istri yang Beliau tinggalkan
Berilah ketabahan dan kekuatan lahir batin
Agar mampu mendidik dan membesarkan anak-anak Beliau dengan sebaik-baik didikan

Yaa Alloh.... Ya Rabb Pemilik Alam Jagad Raya
Kepada anak-anak yang ditinggalkan
Berilah ketabahan dan kekuatan lahir batin
Berilah 'izzah di sisihMU
Agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang kuat
Agar kelak mereka menjadi pewaris perjuangan Ayahanda tercintanya
Agar kelak mereka menjadi anak-anak yang sholih
Anak-anak yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya
Anak-anak yang senantiasa mendengar dan taat atas seruanMU

Amin.... Amin.... Yaa Rabb 'Alamin....


Sabtu, Januari 24, 2009

Melihat Gerhana Matahari


Karena banyak yang pingin lihat gerhana, berikut salah satu petunjuk melihat gerhana matahari cincin dengan aman.

:( “Emangnya melihat matahari sedang gerhana aman Pakdhe ?”

:D “Yang paling aman melihat matahari itu hanya kalau malam, Thole” :P

:( “Haiyak, Pakdhe niku looh”

Yang aman hanyalah kalau melihat gerhana ketika gerhana matahari total (GMT). Jadi sebenernya melihat gerhana langsung dengan mata telanjang jelas tidak aman. Apalagi ketika GMC, walaupun penutupannya 90% cahaya sunar matahari masih akan membahayakan mata apabila terlalu lama.

Dibawah ini beberapa cara untuk melihat atau mengamati GMC tersebut. Read More >>


Selasa, Januari 20, 2009

PUISI: PEMILU

PUISI: PEMILU

Dengan suara yang menggelegar..
sang caleg berkobar..mengumbar janji..

Saudara-sudaraku..pekiknya..
pilihlah aku..karena aku yang 'kan membangun bangsa..
kalau aku terpilih..
maka pendidikan menjadi gratis..
kesehatan...gratis..
petani tak lagi miris..
kemiskinan 'kan terkikis..
janji-janji berbaris..keluar dari mulutnya..

Pekik..dan hiruk pikuk orang yang dengar..
tepuk dan sorai orang menyambut..
seakan dia adalah dewanya..
karena didepan bakal ada tambang emas..tergalang..

Usai sudah pemilu..
dan dia beruntung menang..
yang kalah tak senang..
keributan dan rusuh terlahir..kehidupan tak lagi tenang..

Kantor dan rumah lawan berbara..
mayat-mayat berserak..
mereka bangga..seakan pahlawan..kan disandang..
dan..isak tangispun membahana..dari keluarga yang ditinggalkan..
menggoyang Arasy di atas sana..
mengapa?..pertanyaan yang tiada bergema..

Kini yang dulu caleg sekarang sudah leg..
dia lupa akan janjinya..
pun pada pahlawan-pahlawannya..
yang miskin semakin miskin..
pendidikan dan kesehatan tidaklah gratis..

Ha..ha..ha..ha..
kalian memang orang bodoh..
aku.. bukanlah sang penyelamat..
namun tahta, harta dan wanita..
kini..dalam pelukku..
ha..ha..ha..ha...ha..ha...ha...
ha..ha..ha..ha...ha..ha...ha...

salam
arifin tasik M-05/T?/TF74
Bandung, 31 Oktober 2008: 21.20