Sabtu, Juni 11, 2011

Ya Ilmuwan, Ya Ahli Ibadah


SEJAK surat pertama turun yang memerintahkan untuk membaca dengan redaksi kata kerja perintah 'iqra’ (bacalah), kita memahami bahwa Islam sangat menekankan pada penggunaan akal pikiran (rasio). Itulah sebabnya, sebelum proses taklif (pembebanan syariat), terlebih dahulu harus diawali dengan proses ta’wid (pembiasaan pada anak usia dini) dan proses tafhim (pemahaman). Tiada agama yang tidak menggunakan akal pikiran (laa dina liman laa ‘aqla lahu).

Hal itu berarti, instrumental yang dikaruniakan oleh Allah SWT secara cuma-cuma kepada hamba-Nya manusia berupa akal pikiran, hendaklah diberdayakan untuk melakukan fungsi dan perannya secara optimal, yaitu melakukan tadabbur, tafakkur dan tadzakkur terhadap ayat-ayat quraniyah, ayat-ayat nafsiyyah dan ayat-ayat kauniyyah. Bahkan semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Islam menolak tegas terhadap sesuatu apa pun yang tidak didukung oleh bukti-bukti yang tidak valid, sikap mengikuti suatu pemikiran/paham yang sifatnya membabi buta (taqlid), mengecam terhadap asumsi dan keinginan yang semata-mata dilandasi oleh hawa nafsu. Islam mengharamkan pula semua bentuk sihir, pedukunan, para normal (ramalan) dan bentuk kebatilan yang lain.

Islam sangat menghormati ilmu pengetahuan dan mengangkat derajat para ulama. Bahkan ilmuan lebih mulia daripada ahli ibadah. Islam merespons dengan atusias terhadap ilmu pengetahuan apa saja yang dinilai bisa mendatangkan manfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia baik ilmu umum maupun agama.

Karena itu kewajiban menuntut ilmu dijelaskan dalam sebuah hadits dengan menggunakan redaksi “faridhatun”. Ta marbuthah tersebut bukan tanda isim muannats tetapi bermakna mubalaghah – superlatif - (penyangatan). Islam sangat mendukung pemeluknya dalam berpikir dan bertindak secara ilmiah, sehingga dalam menjalankan roda kehidupan dibingkai oleh kesempurnaan ilmu dan keimanan.

Kata kerja ‘aqala’ mengandung pengertian menghubungkan sebagian pikiran dengan sebagian yang lain, dengan mengajukan bukti-bukti yang nyata sebagai argumentasi yang dipahami secara rasional. Dalam al-Quran kata ‘aqala disebut kurang lebih sebanyak 50 kali dan tiga belas kali berupa pertanyaan retorik (istifham tankiri), sebagai protes untuk mengadakan kajian ilmiah.

Belum lagi meneliti kata “nazhara” (menganalisa), “tafakkara” (memikirkan), “faqiha” (memahami), ‘alima' (mengerti, menyadari), "burhan" (bukti, argumentasi), "lubb" (intelektual, cerdas, berakal). Jika kata-kata tersebut diteliti secara lebih cermat, akan menemukan banyak sekali nilai-nilai ilmiah dalam Islam.

Orang-orang kafir yang menolak mentah-mentah ajakan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, oleh al-Quran dideskripsikan sebuah komunitas yang tidak mau menggunakan akal pikirannya. Mereka memenjara potensi akal sehatnya dengan mengekor tradisi yang diwarisi nenek-moyang mereka secara turun temurun. Akal sehat mereka mengalami disfungsi. Tidak digunakan untuk mencari kebenaran dan mengkritisi kultur para pendahulu mereka. Maka, keberadaan mereka laksana binatang ternak bahkan lebih sesat (bal hum adhol). Karena mereka lemah dalam merespons simbol-simbol, ayat-ayat yang bertebaran di sekitar mereka.

Fakta Historis

Secara historis, setidak-tidaknya ada lima langkah penting yang menunjukkan perhatian Islam secara kongkrit terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan penggunaan akal sehat.

Pertama, al-Quran secara tersurat dan tersirat menekankan kepada para pemeluknya agar menggunakan planning yang matang dalam melakuan apa pun. Baik dalam skala kehidupan yang kecil maupun berskala besar.

Hal itu dapat dilihat pada kisah Nabi Yusuf as, ketika dilantik sebagai menteri yang membidangi urusan logistic, dia melakukan perencanaan yang matang dan teliti sehingga berhasil menyelamatkan penduduk Mesir dari kelaparan (krisis ekonomi). Ini menunjukkan bahwa Islam tidak berdiri secara kontradiktif dengan ilmu menejemen sebagaimana yang dipahami oleh orang yang berwawasan picik dalam memahami ajaran islam.

(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, Hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya." Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.” (QS. Yusuf (12) : 46-47).

Kedua, Rasulullah SAW menggunakan data statistik sejak beliau hijrah dari Makkah ke Madinah dan memulai babak baru dalam ekspansi dakwah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim diceritakan bahwa beliau setelah hijrah ke Madinah memerintahkan sebagian sahabat untuk mendata jumlah orang yang telah memeluk islam. Setelah diteliti, mereka menyimpulkan bahwa jumlah orang yang masuk Islam di Madinah sebanyak 1.500 orang. Di sini kita memahami metode statistik bukan impor dari bangsa lain, tetapi bersumber dari Islam itu sendiri.

Ketiga, Rasulullah SAW terbiasa melakukan uji coba (eksperimen) dalam persoalan duniawi. Demikian pula dilakukan para sahabat. Seperti eksperimen (riset) tentang penyerbukan pohon kurma, yang hasilnya berbeda dengan saran yang dilontarkan oleh beliau. Dan beliau menerima hasil eksperimen yang semula bertentangan dengan pendapat beliau. Beliau bersabda, “Kalian lebih mengetahui terhadap urusan dunia kalian.” (HR. Muslim).

Keempat, Islam mendorong para pemeluknya yang menggali secara optimal teknologi tepat guna, yang dinilai mendatangkan manfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia. Hal ini dibuktikan oleh beliau ketika tidak segan mengikuti pendapat Salman Al-Farisi, seorang yang berkebangsaan Parsi tentang penggalian parit di sekeliling kota Madinah. Metode ini sudah biasa dilakukan oleh bangsa Parsi. Beliau pernah dibuatkan sebuah mimbar yang biasa digunakan khutbah dari tukang kayu bangsa Romawi.

Rasulullah SAW bersabda, ilmu pengetahuan itu bagaikan barang yang hilang dari seorang mukimin, di mana saja ia menemukannya maka dia berhak mengambilnya (HR. al-Turmudzi dan Ibnu Majah). Hadits lemah yang matannya bermakna benar.

Kelima, al-Quran menjunjung tinggi nilai-nilai industrialisasi bagi kelangsungan kehidupan manusia. Para hamba pilihan Allah SWT adalah sosok-sosok professional (memiliki profesi tertentu) di bidang industrialisasi.

Nabi Nuh as adalah sosok yang ahli di bidang perkapalan. Nabi Ibrahim dan Islamail, keduanya dikenal arsitek bangunan. Hal itu dibuktikan dengan ketrampilan keduanya dalam merenovasi ka’bah. Nabi Dawud dikenal memiliki keahlian di bidang industri baju besi, sebagai alat perlengkapan yang paling vital saat itu. Beliau juga ahli dalam peleburan dan pelemasan besi.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman) : Wahai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan Kami telah melunakkan besi untuknya.” (QS. Saba (34) : 10).

“Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu, maka hendaklah kamu bersyukur.” (QS. Al Anbiya (21) : 25).

Nabi Sulaiman memiliki keahlian dalam mengalirkan cairan tembaga. Pula memiliki kemampuan untuk menundukkan ahli penyelam (ghowwash) dan ahli bangunan (banna) dari kalangan jin, untuk membuat apa saja sesuai kehendaknya. Seperti, gedung-gedung pencakar langit, patung-patung, piring-piring besar seperti periuk yang selalu berada di atas tungku. Sedangkan Zulkarnain memiliki keahlian bisa membangun dinding besar dari besi dan tembaga.

Bahkan sejak awal perkembangan Islam, para sahabat yang memiliki kempampuan dalam bidang tafaqquh fiddin (pendalaman keagamaan) diwadahi khusus oleh Rasulullah SAW dalam emperan masjid yang dikenal dengan ahlush shuffah. Para sahabat yang memiliki keunggulan dalam jihad, diwadahi untuk terjun di medan pertempuran dan mengadakan ekspansi besar-besaran dalam membebaskan negeri, agar tunduk kepada aturan Islam, dan orang-orang dari kalangan grass root pula diberdayakan untuk giat dalam melakukan ibadah.

Harusnya, para penuntut ilmu ya pahlawan perang ya pahlawan ibadah. Ketiganya harus berjalan secara sinergis. Rasulullah SAW berhasil menyatukan ulama, mujahid dan zu’ama’ secara professional dan proporsional dalam dirinya.

Seorang yang mengerti ilmu secara benar, harusnya ia tunduk di bawah wahyu. Selain pandai ia juga ahli ibadah. Tidak seperti sekarang ini. Banyak orang cerdik-pandai tapi justru sombong bahkan menggugat-gugat wahyu, mempertanyakan Nabi para sahabat dan ulama. Akhirnya, karena tidak memahami wahyu banyak orang pandai tapi curang dan culas.

Jika ilmunya benar dan dia tunduk pada wahyu, maka dirinya akan mengangkat ‘izzul islam wal muslimin (semata-mata untuk kejayaan Islam dan umatnya). Apapun yang dilakukan atas ilmunya, digunakan untuk membela agama dan Islam. Jika tidak, pastilah ada sesuatu yang salah pada dirinya. Nah, pertanyaannya, bagaimana dengan kita?

Sholih Hasyim, penulis kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudung Jawa Tengah

Senin, Februari 21, 2011

BBM BISA MURAH

Oleh: Dr. Arim Nasim, M.Si., Ak

Pemerintah akan mengurangi subsidi BBM dengan melarang mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut akan secara bertahap dimulai bulan Maret 2011 di Jabodetabek hingga mencakup seluruh Indonesia pada 2013.

Alasan klasik yang diungkapkan Pemerintah dalam melakukan pembatasan BBM bersubsidi ini adalah untuk mengurangi Beban APBN. Menurut Pemerintah, pada tahun 2011 saja dana yang dapat dihemat dari kebijakan tersebut sebesar Rp 3,8 triliun.

Alasan tersebut sebenarnya merupakan kebohongan publik yang terus-menerus dilakukan. Faktanya, berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja APBN 2010 baru mencapai 56,01 persen dari pagu anggaran APBN-P 2010 sebesar Rp 993,136 triliun atau sekitar Rp 556,285 triliun per 22 November 2010. Artinya, sampai November 2010 masih ada dana yang belum terserap sebanyak 437 T, sementara penghematan subsidi hanya Rp 3,8 T. Itu pun akan berkurang menjadi 3,2 T karena pembatasan BBM bersubsidi di undur Maret 2011. Jelas sangat ironis?

Oleh karena itu, alasan sebenarnya dari pembatasan BBM bersubsidi adalah karena pengelolaan BBM menggunakan paradigma Kapitalisme dan untuk memenuhi kepentingan para kapitalis.

BBM Milik Rakyat

Dalam pandangan Islam, BBM dan Gas serta sumber energi lainnya merupakan milik umum atau milik rakyat yang wajib dikelola oleh Negara. Rasulullah saw. telah menjelaskan sifat kebutuhan umum tersebut dalam sebuah hadis. Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. pernah bersabda:

اَلنَّاسُ شُرَكَاءٌ فِي ثَلاَثٍ: اَلْمَاءِ وَ الْكَلأِ وَ النَّارِ

Manusia berserikat (punya andil) dalam tiga hal: air, padang rumput dan api (HR Abu Dawud).

Anas ra. juga meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas ra. tersebut dengan menambahkan: wa tsamanuhu haram (dan harganya haram); yang berarti dilarang untuk diperjualbelikan.

Barang-barang tambang seperti minyak bumi besarta turunannya seperti bensin, gas, dan lain-lain (termasuk juga listrik, hutan, air, padang rumput, api, jalan umum, sungai, dan laut) semuanya telah ditetapkan syariah sebagai kepemilikan umum. Negara mengatur produksi dan distribusi aset-aset tersebut untuk rakyat. Pengelolaan kepemilikan umum oleh Negara dapat dilakukan dengan dua cara:

1. Pemanfaatan secara langsung oleh masyarakat umum.

Air, padang rumput, api, jalan umum, laut, samudera, sungai besar, adalah benda-benda yang bisa dimanfaatkan secara langsung oleh setiap individu. Siapa saja dapat mengambil air dari sumur, mengalirkan air sungai untuk pengairan pertanian, juga menggembalakan hewan ternaknya di padang rumput milik umum. Dalam konteks ini negara tetap mengawasi pemanfaatan milik umum ini agar tidak menimbulkan kemadaratan bagi masyarakat.

2. Pemanfaatan di bawah pengelolaan Negara.

Kekayaan milik umum yang tidak dapat dengan mudah dimanfaatkan secara langsung oleh setiap individu masyarakat—karena membutuhkan keahlian, teknologi tinggi, serta biaya yang besar—seperti minyak bumi, gas alam, dan barang tambang lainnya, maka negaralah yang berhak untuk mengelola dan mengeksplorasi bahan tersebut. Hasilnya dimasukkan ke dalam Kas Negara (Baitul Mal). Khalifah adalah pihak yang berwenang dalam pendistribusian hasil tambang dan pendapatannya sesuai dengan ijtihadnya demi kemashlahatan umat.

Dalam mengelola kepemilikan tersebut, negara tidak boleh menjualnya kepada rakyat—untuk konsumsi rumah tangga—dengan mendasarkan pada asas mencari keuntungan semata. Harga jual kepada rakyat hanya sebatas harga produksi. Namun, boleh menjualnya dengan mendapatkan keuntungan yang wajar darinya jika dijual untuk keperluan produksi komersial.

Adapun jika kepemilikan umum tersebut dijual kepada pihak luar negeri, maka boleh pemerintah mencari keuntungan semaksimal mungkin. Hasil keuntungan penjualan kepada rakyat untuk kepentingan produksi komersial dan ekspor ke luar negeri digunakan: Pertama, dibelanjakan untuk segala keperluan yang berkenaan dengan kegiatan operasional badan negara yang ditunjuk untuk mengelola harta pemilikan umum, baik dari segi administrasi, perencanaan, eksplorasi, eksploitasi, produksi, pemasaran dan distribusi. Kedua, dibagikan kepada kaum Muslim atau seluruh rakyat. Dalam hal ini Pemerintah boleh membagikan air minum, listrik, gas, minyak tanah dan barang lain untuk keperluan rumah tangga atau pasar-pasar secara gratis atau menjualnya dengan semurah-murahnya, atau dengan harga wajar yang tidak memberatkan. Barang-barang tambang yang tidak dikonsumsi rakyat, misalnya emas, perak, tembaga, batubara dapat dijual ke luar negeri dan keuntungannya—termasuk keuntungan pemasaran dalam negeri—dibagi keseluruh rakyat, dalam bentuk uang, barang, atau untuk membangun sekolah-sekolah gratis, rumah-rumah sakit gratis, dan pelayanan umum lainnya.

Mewujudkan BBM Murah

Bahan Bakar menjadi mahal sebenarnya bersumber dari kekeliruan dalam kebijakan politik APBN dan carut-marutnya pengelolan Migas saat ini. Kebijakan APBN selama ini selalu menganggap subsidi BBM sebagai beban. Padahal sebenarnya istilah tersebut tidak tepat karena itu adalah kewajiban negara dalam menjalankan fungsinya, Justru yang selama ini menjadi beban APBN adalah Bunga Utang Luar Negeri dan Pokoknya. Hampir setiap tahun APBN kita digerogoti oleh Bunga dan Utang Luar Negeri (rata-rata di atas 25 %; lihat tabel 1). Sebagian besar utang tersebut dinikmati para kapitalis melalui dana rekapitulasi perbankan dan para koruptor (30 % dana utang luar negeri dikorupsi). Adapun dana subsidi hanya kurang dari 15% dan itu pun untuk seluruh rakyat Indonesia.

Tabel 1: APBN, Subsidi Energi dan Utang Luar Negeri

Sumber : Ringkasan APBN 2005-2010

Adapun karut-marutnya pengelolaan BBM akibat liberalisasi Migas telah menyebabkan Sumber Migas saat ini hampir 90% dikuasai Asing dan Mafia Rente yang mengambil untung dalam pengelolaan dan distribusi BBM. Menurut sejumlah sumber termasuk temuan BPK tahun 20081 disebutkan sumber inefisiensi Pertamina antara lain: (a) pengadaan minyak mentah dan BBM yang tidak efisien. Hal ini karena Pertamina cenderung mengimpor minyak mentah dan BBM melalui jasa rekanan yang sarat dengan manipulasi tender oleh pihak Pertamina dengan para trader sehingga biaya pengadaan minyak impor semakin mahal bahkan sejumlah pengadaan melalui penunjukan langsung biayanya lebih mahal; (b) Pertamina lebih banyak menggunakan kapal sewa daripada kapal milik sendiri sehingga biaya angkut lebih mahal.

Oleh karena itu, agar BBM murah yang harus dilakukan adalah mengembalikan pengelolaan BBM sesuai dengan syariah melalui kebijakan APBN dan perubahan kebijakan di bidang Migas.

Kebijakan (Politik) APBN

Selama ini pendanaan selalu menjadi alasan minimnya eksplorasi Migas sehingga produksi menurun. Jelas alasan ini tidak benar. Yang sebenarnya adalah masalah prioritas Kebijakan APBN yang salah. Kebijakan APBN seharusnya menjadikan semua pengelolaan Migas dikuasai oleh negara sehingga hasilnya masuk APBN. Di sinilah pentingnya membatalkan UU Migas yang menjadi dasar liberalisasi/swastanisasi Migas.

Masalahnya juga keterbatasan dana, tetapi masalah prioritas yang salah. Mengapa untuk dana rekapitulasi perbankan yang ratusan triliun bisa disediakan, sementara untuk eksplorasi BBM yang menyangkut industri strategis dan kebutuhan publik selalu dibatasi.

Fakta menunjukkan, keterbatasan eksplorasi Migas oleh Pertamina sebenarnya bukan karena faktor dana, tetapi keberpihakan Pemerintah yang salah. Dalam Kasus Blok Cepu yang cadangannya lebih dari 10 miliar barel, secara dana Pertamina siap menyediakan dengan dana investasi dalam negeri. Namun, justru Pemerintah menyerahkan eksplorasi Blok Cepu kepada Perusahaan Amerika, yaitu Exxon Mobile.

Profesionalisme Pengelolaan Migas

Ada 2 hal yang terkait dengan pengelolaan Migas yang menyebabkan harga BBM mahal, yaitu masalah produksi dan distribusi. Masalah produksi sering dikaitkan dengan kemampuan teknologi eksplorasi yang masih belum mampu. Alasan ini juga tidak tepat karena eksplorasi Migas itu ada 2 bentuk: eksplorasi di darat dan di lepas pantai. Untuk eksplorasi di darat Pertamina dengan tenaga-tenaga ahlinya dari dalam negeri sudah mampu mendeteksi dan mengekplorasinya tanpa hambatan. Penemuan cadangan minyak di Blok Cepu adalah tenaga ahli dari Pertamina dan Pertamina menyatakan mampu secara teknologi untuk mengekplorasi-nya tanpa bantuan asing. Namun, karena tekanan Amerika maka dengan begitu mudahnya Blok Cepu tersebut diserahkan kepada Exxon Mobile.

Adapun eksplorasi di lepas pantai (laut). maka menurut BPPT memang saat ini belum mampu dilakukan oleh Pertamina. Namun, yang jadi masalah, mengapa setelah puluhan tahun kok belum mampu? Sebenarnya ketidak-mampuan Pertamina melakukan eksplorasi di laut dalam bukan karena SDM yang tidak mampu. Namun, banyak SDM Indonesia yang bekerja di Perusahaan Asing baik di Indonesia maupun di Luar negeri karena gajinya lebih besar. Misal, ada staf Bakosurtanal yang pernah bekerja di perusahaan marine hidrography untuk memasang oil-rig atau pipeline. Juga ada sebagian SDM Pertamina keluar dan pindah ke Perusahaan Asing seperti Arco yang banyak melakukan eksplorasi di Laut Jawa. Jadi Pernyataan BPPT bahwa Pertamina belum mampu sebenarnya bukan faktor Teknologi dan SDM kita yang tidak mampu, tetapi kebijakan Pertamina atau Pemerintah yang memang tidak pernah serius melakukan itu. Akibatnya, tidak ada upaya transfer teknologi dari perusahaan asing. Padahal selama ini salah satu alasan kerjasama dengan perusahaan asing adalah alih teknologi. Kalaupun saat ini belum mampu sebenarnya Pemerintah (negara) bisa menyewa tenaga ahli di bawah kendali Pemerintah atau Pertamina, bukan menyerahkan eksplorasi tersebut kepada perusahaan asing.

Adapun masalah distribusi seperti temuan BPK, Pertamina lebih banyak menggunakan kapal sewa daripada kapal milik sendiri sehingga biaya angkut lebih mahal, dari 137 Kapal yang dioperasikan Pertamina, 102 di antaranya disewa dari perusahaan lain.2 Yang lebih aneh bahkan cenderung tidak rasional bahkan bodoh adalah kebijakan Pemerintah melakukan Pemecahan Pertamina (unbandling) menjadi perusahaan-perusahaan kecil. Di Industri Hulu dipecah menjadi PT Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Geothermal, PT Pertamian Drilling Service dan PT PTC. Industri Hilir adalah PT Limited Petral dan PT Patra Niaga. Padahal unbundling ini akan menambah biaya dan memperpanjang rantai pemasaran sehingga harga akhir menjadi mahal. Apalagi tren perusahaan dunia saat ini adalah merger untuk tujuan efesiensi; misalnya Standar oil of New Jersey dan Anglo-American bergabung menjadi Exxon; Standar Oil of New York dan Vaccum Oil menjadi Mobile. Setelah itu Exxon dan Mobile bergabung menjadi Exxon Mobile.

Penutup

Itulah mekanisme agar BBM murah, yaitu kebijakan APBN yang sesuai syariah serta pengelolaan Pertamina yang professional; bebas dari korupsi dan mafia rente. Kalau BBM dijual kepada rakyat berdasarkan harga pokok maka harganya murah. Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan Pertamina (lihat Tabel 2 diatas), harga pokok produksi BBM sangat rendah yaitu Rp 804 (bahkan bisa lebih rendah dari itu karena biaya cost recovery Pertamina untuk mendapatkan Minyak Mentah lebih tinggi dibandingkan Perusahaan Minyak Lain dan komponen biaya lainnya juga boros). Namun, harganya menjadi mahal ketika Pemerintah menggunakan asumsi harga internasional, misalnya dengan asumsi Harga Minyak Mentah US$ 50 harga pokok BBM menjadi Rp 3.220 dan Rp 5.500 kalau harga minyak mentah internasional US$ 90.

Tabel 2: Harga Pokok Produksi BBM

Sumber: Laporan Keuangan Pertamina (diolah kembali)

Berdasarkan perhitungan tersebut maka harga jual BBM untuk kepentingan konsumsi rakyat sebesar Rp 805, sementara untuk untuk keperluan produksi komersial dalam negeri boleh mengambil keuntungan sewajarnya. Adapun untuk dijual keluar negeri boleh mengambil untung sebesar-besarnya.

Namun, Pemerintah kita memang aneh. Untuk keperluan rakyat sendiri dijual dengan harga yang sangat mahal, tetapi kalau untuk asing dijual dengan harga yang sangat murah. Wallahu a’lam bi ash-shawab. []

Catatan kaki:

1 BPK, Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Tahun 2007 dan 2008 (Semester I) pada Pertamina.

2 Pertamina, Annual Report 2007.

Selasa, September 21, 2010

Roadshow Se Jatim: Seminar “Kiat Menulis Opini di Media Massa” dan Workshop ”Membuat Blog Guru untuk Pendidikan”

Sebentar lagi (akhir Oktober 2010) ada program Untukmu Guruku Jawa Pos 2010 utk guru se-Jatim. Salahsatunya, membuka rubrik dan lomba artikel guru. (Eko Prasetyo, Editor Jawa Pos)

Sudah barang tentu bagi guru yang artikelnya dimuat akan mendapat uang tunai dan sertifikat level regional Jatim. Para juara tahun 2009 lalu berkesempatan dialog langsung dengan Wapres Jusuf Kalla dan penyerahan hadiah motor Honda Blade disaksikan langsung oleh Presiden SBY.

Nah, untuk menyongsong moment tersebut, Eko Prasetyo berkenan berbagi ilmu tentang Kiat Menulis Opini di Media Massa. Dengan acara tersebut diharapkan semakin banyak guru yang siap dan PD untuk turut serta dalam program bergengsi di Jawa Pos tersebut.


Nikmati juga info lengkapnya di http://riijatim.wordpress.com/

Salam,
Gatot Mulyono
hp 081931896280

Jumat, Juli 02, 2010

Pelatihan ICT by Rumah Ilmu Indonesia

Kamis, 1 Juli 2010 sebagai awal saya mengemban amanah dari Rumah Ilmu Indonesia. Saya bertandang ke Blitar, tepatnya SMPN 2 Sutojayan - Blitar untuk melatih para guru.

Pelatihan ICT kali ini diperuntukkan bagi para guru yang telah mendapat voucer pelatihan dari AXIOO. Sedangkan pelatihan tersebut oleh AXIOO dipercayakan kepada Rumah Ilmu Indonesia untuk menggarapnya.

Pelatihan kali ini dimulai lewat 1 jam dari jadwal yang direncanakan (jam 9.00 menjadi 10.00) karena masih harus menunggu kiriman Laptop dari AXIOO. Walau begitu, Alhamdulillah mundurnya waktu tidak mengurangi semangat belajar para guru.

Semangat belajar tersebut tercermin dari waktu yang direncanakan hanya 2 jam ternyata nyaris jam 4 sore pelatihan hari pertama tersebut baru usai.

Peserta yang berjumlah lebih kurang 25 orang mengikuti step by step penjelasan dan praktek dengan antusias dari awal hingga akhir acara.

Sesi yang sangat menarik ketika praktik mengatur spasi, menentukan jenis kertas dan membuat tabel pada program OpenOffice. Banyak gelak tawa mengiringi gayengnya sesi kali ini.

Okay Blitar.... Minggu, 4 Juli 2010 insyaAlloh saya datang lagi untuk sesi berikutnya.

Minggu, April 25, 2010

Logo SMKN 2 Malang

Logo ini udah resmi di rilis di raport sisipan semester genap ini... walau sebenarnya belum ada pemotongan tumpeng untuk peresmian ini :-)

Mungkin dibareng sama acara wisuda Kelas XII atau penerimaan raport. Semoga :D



Senin, Agustus 17, 2009

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

sumber: Hidayatullah.com

Kamis, Agustus 06, 2009

Jelang Ramadhan & Doa Harian Ramadhan

Jelang Ramadhan alangkah baiknya jika kita membaca doa:

Allaahumma baariklana fii Rajab wa Sya’ban, wa ballighnaa Romadhon.

(Ya Allah… berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Romadhon)

Amien.


* Ada doa harian Ramadhan yang sengaja saya download dari dudung, jika berminat silahkan download di bawah



Selasa, Juni 02, 2009

Bebaskan Ibu Prita

Tahun 2008 kemarin saya dapatkan email Ibu Prita tentang kejadian yg menimpa beliau.

quote:
"Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik."
selengkapnya baca: suarapembaca.detik.com

Ibu dua anak yang masih kecil-kecil itu ditahan di LP Wanita Tangerang sejak 13 Mei lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik RS Omni International Tangerang lewat internet.

Saat ini telah dilakukan penggalangan dukungan di facebook, 'Bebaskan Ibu Prita Mulyasari Dari Penjara dan Segala Tuntutan Hukum' dengan 3 poin:

1. Cabut segala ketentuan hukum pidana tentang pencemaran nama baik karena sering disalahgunakan untuk membungkam hak kemerdekaan mengeluarkan pendapat.

2. Keluhan/curhat ibu Prita Mulyasari thd RS Omni tidak bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

3. Keluhan/curhat Ibu Prita Mulyasari dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

4. RS Omni hendaknya memberikan HAK JAWAB, bukan melakukan tuntutan perdata dan pidana atas keluhan/ curhat yg dimuat di suara pembaca dan di milis2.

Masih adakah rasa kemanusiaan kita? Mari kita support bersama.

Be NEGATIVE! [1]

MENDERITALAH
dlm mengejar smua keinginan Anda,
maka Anda akn menemukan berbagai ujian
dan tantangan tanpa henti. santailah sejenak dan lihat ke belakang.
Anda akan menemukan bahwa semua batu ujian dan tantangan
itu telah berubah menjadi emas dlm genggaman.
Tapi hati-hati, di depan saat ini sedang
menungu batu ujian yg lbh besar lagi...


"how we spend our
days is, of
course, how we
spend our lives"

What u end up isn't the most
important thing. it's the road you
take to get there. the road u take is what
u'll look back on and call your life.



"manaa hasilnya? Saya sudah berjuang keras sampai saat ini, masih saja menemukan ujian dan ujian lagi...tantangan dan tantangan lagi... kapan selesainya?"


jadilah seorang detektif dan polisi yg mengejar buronan sampai berhasil/
apabila gagasal gagal diperankan oleh seorang detektif,
maka buronan kita di sini adalah mengejar target-target berikutnya
sbg keputusan utk bangkit kembali.
berbagai kesalahan posisi maupun lokasi bahkan situasi akan menjadi
santapan harian proses ini. namun dg kesalahan2 yg ada,
tersimpan banyak sekali potensi tak terduga yg justru
menjadi penguat strategi di dlm pengejaran ketinggalan2
yg tdk terjamah sebelumnya. & anda tdk akan menyadari
mendapatkan sesuatu yg jauh lebih baik dari kesalahan
atau kegagalan yg telah anda tinggalkan. bukankah kesalahan fatal
columbus mencari jalan ke asia terbayar dg menemukan amerika?


entrepreneur
sejati, memandang kegagalan sbg batu loncatan
utk memperbarui kinerja bisnis mereka di masa mendatang.
sy tdk mau menghabiskan waktu memikirkan kegagalan,
yg ada adlah bagaimana cara memaksimalkan kesalahan
yg telah terjadi menjadi target perbaikan bahkan menjadi
blessing in disguise...

senang sekali melihat kegagalan2 org lain yg menjadikannya sejarah dlm arena bisnis.
sebut saja xerox yg gagal membuat mesin utk menduplikasi foto,
namun menjadi sejarah bagi lahirnya mesin fotocopy.
tentukan buronan anda agar dg jelas teridentifikasi
utk segera ditangkap, nikmati proses pengejarannya
krn anda tdk akn pernah berhenti pada buronan itu.
ingat setelah buron satu tertangkap,
anda memiliki buron lainnya yg lebh handal dan pinta.


"berlian menjadi berharga
karena hebatnya proses
tempaan keras yg menimpanya..."